Regional
Harga Tahu dan Tempe di Jabar Naik Hingga 25 Persen
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Harga tahu dan tempe di Jawa Barat naik hingga 25 persen, mulai Senin, 31 Mei 2021. Besaran kenaikan harga tahu dan tempe tergantung jenis komoditas tersebut.
“Mulai Senin, semua harga tahu dan tempe naik. Kenaikan berkisar antara 12-25 persen,” kata ketua Paguyuban Tahu Tempe Jawa Barat, Zamaludin.
Zamaludin mengatakan harga kenaikan tahu berbeda-beda dengan banderol mulai dari Rp45 ribu hingga Rp60 ribu per papan.
“Untuk tempe dari biasanya Rp2.500, di pabrik bisa sampai Rp3.500 yang kecil,” ujar Zamaludin.
Penyebab dari kenaikan harga tahu dan tempe itu yakni diakibatkan naiknya harga kedelai yang merupakan bahan baku untuk pembuatan tahu dan tempe.
Harga kedelau di Jabar saat ini mencapai Rp11 ribu per kg dari harga normal Rp8.000 – Rp9.000 per kg.
Melambunya harga kedelai membuat perajin tahu dan tempe meminta supaya Pemerintah Provinsi Jabar untuk menurunkan harga kedelai sampai Rp10 ribu per kg.
Saat ini, mereka masih menunggu keputusan pemerintah setempat untuk menurunkan harga kedelai.
“Harga masih tetap seperti yang kemarin, dari Dinas Provinsi katanya mau ditekan sampai Rp10.000 tapi belum juga. Kami tunggu itu,” ujar Zamaludin.
Akibat kenaikan harga kedelai, para perajin berujar jika mereka mengalami kerugian yang cukup besar karena mogok produksi selama tiga hari.
Aksi mogok tersebut dianggap sebagai solusi untuk bisa menaikkan harga tahu dan tempe.
“Mogok produksi itu solusi terakhir, karena kami susah untuk menaikkan harga kalau konsumen tidak tahu. Dengan mogok, konsumen jadi tahu kami menaikkan harga tahu dan tempe bukan keinginan kami, tapi karena bahan yang terus naik,” ucapnya.
Aksi mogok tersebut dilakukan pada Jumat, 28 Mei 2021 hingga Minggu, 30 Mei 2021 yang merupakan bentuk protes dengan harga kedelai di Jabar yang terus mengalami kenaikan. (*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com


You may like

Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur

Antisipasi Sumbatan Irigasi, UPTD Pertanian dan IKD Pedes Karawang Gelar Rapat Gorol Eceng Gondok

Upaya Polantas di Karawang Sampaikan Disiplin Berlalu Lintas Kepada Pelajar demi Keselamatan di Jalan Raya

DPRD Karawang Sebut Kenaikan Status Polresta Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Dorong Sinergi Daerah

Resmi Dibuka, 4.167 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNSIKA 2026

Lewat CSR Primaya Hospital, Ratusan Driver Ojol di Karawang Kini Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Pos-pos Terbaru
- Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur
- Antisipasi Sumbatan Irigasi, UPTD Pertanian dan IKD Pedes Karawang Gelar Rapat Gorol Eceng Gondok
- Upaya Polantas di Karawang Sampaikan Disiplin Berlalu Lintas Kepada Pelajar demi Keselamatan di Jalan Raya
- DPRD Karawang Sebut Kenaikan Status Polresta Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Dorong Sinergi Daerah
- Resmi Dibuka, 4.167 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UNSIKA 2026






