Regional
Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Tempe Jawa Barat Ancam Mogok Produksi Selama 3 Hari
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pengrajin tahu tempe di Jawa Barat kembali akan melakukan mogok produksi menyusul meroketnya harga kedelai dalam beberapa waktu terakhir ini. Rencananya, perajin tahu tempe di Jawa Barat bakal mogok selama tiga hari.
“Mogok produksi akan mulai kami lakukan 17 Oktober sampai 19 Oktober,” ujar Ketua Paguyuban Perajin Tahu Tempe Jabar, Zamaludin dilansir berbagai sumber, Rabu (12/10/2022).
Zamaludin mengungkapkan idealnya harga kedelai antara Rp 8 ribu-Rp 9 ribu per kilogramnya.
“Sekarang harganya sudah Rp 13 ribu per kilogram. Padahal, bulan lalu, harganya masih Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogramnya,” ujarnya.
Meski begitu, Zamaludin memastikan bahwa pihaknya tidak akan melakukan sweeping kepada para pengrajin tahu dan tempe yang masih produksi.
“Kita tidak akan melakukan sweeping, tapi kita memohon untuk kesadaran dan kerja samanya kepada seluruh pengrajin tahu tempe untuk melakukan mogok produksi,” katanya.
Ia berharap, dengan menggelar aksi mogok produksi, pemerintah memberi perhatian lebih untuk mengatasi tingginya harga kedelai.
“Tujuannya agar pemerintah tahu masalah melakukan mogok produksi ini kenapa dan konsumen juga tahu bahwa kita akan melakukan mogok selama 3 hari. Kami berharap, pemerintah memperhatikan dan memberikan kebijakan terhadap kenaikan bahan baku tahu dan tempe ini,” jelasnya.
Dia juga berharap masyarakat yang menjadi konsumen tahu dan tempe bisa memahami seandainya mereka menaikkan harga jual tahu dan tempe saat kembali berproduksi nanti.
“Kami tentu akan memilih menaikkan harga tahu dan tempe dibanding mengecilkan ukurannya. Sebab, bila memilih mengecilkan ukuran itu bakal memakan biaya lagi, seperti membeli cetakan lagi,” ujarnya.
Dia menyampaikan bahwa pihaknya telah mengedarkan surat imbauan untuk mogok produksi kepada semua perajin tahu tempe di Jawa Barat.
“Kami tak bertanggung jawab bila saat mogok (produksi) di jalan atau di tempat dagang terjadi sesuatu yang tak diinginkan,” ujar Zamaludin.
Oleh sebab itu, Zamaludin berharap aksi tersebut bisa diikuti oleh semua produsen agar mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Zamaludin mengatakan kenaikan harga kedelai ini adalah yang ketiga kalinya selama 2022. Pertama, pada awal 2022. Kedua, sebelum Ramadhan dan ketiga, Oktober ini.
“Sebenarnya bukan hanya kedelai tetapi bahan baku tahu tempe lainnya seperti garam, kunyit, plastik, dan lainnya, bahkan BBM ikut naik.
“Harusnya kan pemerintah melalui Disperindag yang lebih tahu dahulu karena mereka yang mengatur HET.
“Kami juga tak diberitahu alasan kenapa kedelai naik. Jadi, naiknya harga kedelai ini sedikit-sedikit seolah menyiksa kami secara perlahan,” ucapnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Angkat Hasil Bumi Bersama, Jajaran Polres Karawang Komit Jaga Ketahanan Pangan

Sinergi TNI-Polri dan Instansi Terkait Kawal Penyiapan Lahan Produktif di Wilayah Karawang

Laporan Kakak Korban Berbuah Cepat,Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Diduga Perkosa Anak Kandung

Perkuat Kesadaran Pajak, Bapenda Karawang dan Fakultas Hukum UNSIKA Sosialisasikan Opsen PKB-BBNKB

Respons Cepat Aduan Warga yang Viral,Sipropam Polres Karawang Periksa 7 Saksi Terkait Dugaan Pelanggaran Etik Brigadir
RM

Jumat Berkah Tanpa Henti, Kapolres Karawang Hadirkan Kepedulian di Tengah Masyarakat
Pos-pos Terbaru
- Polres Karawang Tanam Benih Serentak di Lahan Produktif
- Sinergi TNI-Polri, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Perkuat Ketahanan Pangan
- Pantau Kebun Jagung, Jajaran Polres Karawang Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Optimal
- Dukung Swasembada Pangan, Polres Karawang Sinergi dengan Petani Pantau Kebun Jagung
- Aksi Nyata di Lapangan, Polres Karawang Tanam Benih Serentak demi Swasembada Pangan






