Nasional
Hadapi Cuaca Ekstrem di Mekkah dan Madinah, Menag Minta Jemaah Haji Jaga Kondisi Fisik
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta jemaah haji Indonesia untuk menjaga kondisi fisik. Ia pun meminta agar para jemaah memperbanyak minum dan makan selama melaksanakan ibadah haji.
Menurut Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi memperkirakan musim haji tahun 2022 ini bakal berlangsung di tengah cuaca yang sangat panas.
“Suhu di Mekkah dan Madinah diperkirakan bisa mencapai 49 derajat Celsius pada siang hari,” ujar Yaqut seperti dikutip dari Kompas.com, Senin (23/5/2022).
Seperti diketahui, Menag saat ini sedang melakukan kunjungan di Arab Saudi untuk memantau kesiapan layanan bagi jemaah haji tahun 2022.
Salah satu lokasi yang dikunjungi pada Minggu (22/5/2022) yakni Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KHHI) Madinah.
KKHI terakhir digunakan pada musim haji tahun 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada.
“Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” ujar Yaqut.
KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG.
Tenaga medis yang akan melayani jemaah, antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa.
KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi.
Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan 6 mobil ambulans.
Yaqut juga meninjau kesiapan layanan katering untuk jemaah haji Indonesia di Madinah.
Menag mengunjungi Nooha Catering Service, salah satu penyedia katering yang akan melayani konsumsi jemaah haji Indonesia.
“Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” ucap Yaqut.
Peninjauan yang dilakukan Menag dan tim, juga untuk memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih.
Proses memasak juga menggunakan peralatan sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan yang bersih dan menggunakan bahan terbaik.
“Saya juga memastikan kemampuan dapur dalam menyiapkan makanan sebanyak paket dalam kontrak. Serta memastikan skema distribusi dan alat angkut yang akan dipakai,” ujar Gus Men, panggilan akrabnya.
Menurut Yaqut, ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering kepada jemaah haji Indonesia.
Di Madinah, jemaah Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari. Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (salat berjamaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu). (*)
Sumber: Kompas.com


You may like

Menag Lepas Keberangkatan Perdana 2.081 Jamaah Calon Haji di Bandara Internasional Soekarno-Hatta

Menag: Kloter Pertama Haji Berangkat 12 Mei 2024

Menag Tegaskan Ibadah Haji Kini Hanya Bisa Pakai Visa Resmi dari Arab Saudi

Kemenag Terbitkan SE Penggunaan Pengeras Suara di Masjid Selama Ramadhan

Menag: Perbedaan Awal Ramadhan Lumrah, Tetap Saling Menghormati

Menag Imbau Masyarakat Tak Pilih Pemimpin yang Pecah Belah Umat
Pos-pos Terbaru
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar
- Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik
- Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
- Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat






