Regional
Gubernur Jawa Barat Klaim Produktivitas Buruh Jawa Barat Diklaim Tertinggi se-Indonesia
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengklaim produktivitas buruh di Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Indonesia. Hal itu menjadi daya tarik bagi investasi Jawa Barat, selain infrastruktur yang lebih unggul dibandingkan provinsi lain.
Hal itu disampaikan Ridwan Kamil dalam webinar Bisnis Indonesia Business Challenges 2021, pada Selasa (26/1).
“Buruh Jawa Barat, masyarakat Jawa Barat dianggap paling produktif di Indonesia. Jadi, bagi mereka, ada yang bilang, isu upah itu sebetulnya tidak terlalu jadi isu nomor satu dari struktur unit cost sebuah economy, tapi juga produktivitas,” ujarnya.
Lanjut Ridwan Kamil, produktivitas buruh yang tinggi, juga membuat beberapa pabrik yang sebelumnya direlokasi ke provinsi lain karena masalah upah akhirnya kembali ke Jawa Barat.
“Ada yang pernah pindah dari Jawa Barat, dia balik lagi karena produktivitasnya hanya 60 persen dari yang kami kerjakan di Jawa Barat,” tuturnya.
Emil optimistis beberapa tahun ke depan investasi yang masuk ke Jawa Barat akan semakin besar. Terlebih, beberapa infrastruktur penunjang akan segera rampung dalam dua tahun mendatang.
“Kami jaga untuk investasi tetap maksimal dan kita berharap tambahan infrastruktur yang sedang berlangsung beberapa ruas jalan tol termasuk kereta api cepat mudah-mudahan 2 tahun sudah selesai,” imbuhnya.
Meski demikian, Emil juga menyadari bahwa investasi bukan satu-satunya motor penggerak ekonomi di Jawa Barat. Konsumsi masyarakat, kata dia, tetap menjadi penggerak nomor satu dan hal tersebut perlu terus didorong di tengah pandemi covid-19.
Untuk masyarakat menengah bawah yang kemampuan belinya tertekan, kata Emil, dapat diringankan dengan bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah.
Sementara, untuk masyarakat menengah atas yang kemauan belinya berkurang, dapat didorong dengan program kampanye pemerintah daerah.
“Salah satunya bulan depan saya launching agar rakyat Jawa Barat mau berbelanja, khususnya PNS. Karena PNS ini kita punya ratusan ribu totalnya yang tidak terpengaruh pendapatannya. Saya bilang belanja adalah bela negara,” pungkasnya. (*)


You may like

Menanggapi secara Kritis: Inflasi dan Strategi Investasi di Karawang Melalui Langkah Bijak untuk Mengelola Keuangan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Hingga Juni 2024, Capaian Investasi Karawang Mencapai Rp 37,4 Triliun

KPU Karawang Gelar Diskusi Bersama Buruh Terkait Pilkada 2024

Triwulan I 2024, Investasi di Karawang Capai Rp 16,3 Triliun

Pemkab Indramayu Siapkan 14 Ribu Hektare Lahan Penunjang Investasi

Tahun 2023, Realisasi Investasi di Purwakarta Capai Rp 9,50 Triliun
Pos-pos Terbaru
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern
- 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang






