Connect with us

Regional

Ghozali Center: Pemkab Karawang Perlu Ekstra Hati-hati, Karena Resesi akan Berdampak Buat Rakyat

Published

on

KARAWANG – Direktur Ghazali Center, Lili Ghozali, Pemerintah Kabupaten Karawang diminta ekstra hati-hati dalam membuat kebijakan, terutama dalam pengelolaan belanja yang tidak produktif, karena akan berdampak serius pada perekonomian.

Sikap kehati-hatian ini, akan menghindarkan Karawang dari jeratan momok resesi atau krisis ekonomi seperti yang terjadi tahun 1998 lalu.

“Hari ini kan Indonesia masih tertolong dengan adanya windfall, keuntungan kenaikan harga komoditas. Tapi sayang ini tidak dalam kendali, setiap saat bisa pergi,. Ini juga yang harus jadi perhatian seluruh pemangku kebijakan, termasuk Pemkab Karawang,” kata Lili, merespon isu acaman resesi global, Rabu (26/10/2022).

Menurut Lili, ekonomi Indonesia saat ini tidak benar-benar aman dari resesi. Sehingga pemerintah tidak perlu melakukan pembelaan diri sekedar memberikan rasa aman kepada publik, bahwa Indonesia tidak akan terkena Resesi.

Tidak terkecuali di Karawang, lanjutnya, isu defisit anggaran tahun 2022 yang hari ini terjadi pun tidak boleh dianggap hal sepele. Hal yang fundamental dalam pengelolaan keuangan atau pendapatan daerah maka perlu ditopang dengan langkah langkah yang konkrit.

“Isu defisit bisa saja berpengaruh terhadap inflasi di daerah. Kalau pondasi kebijakan daerah tidak kuat, maka yang paling aman merasakan dampak resesi ini adalah rakyat kecil,” tandasnya.

Dari informasi yang diterima Lili, penekanan inflasi di daerah oleh pusat agar tidak sampai diatas 9 % pada 2023 perlu didukung semua pihak sedari hari ini. (red)