Connect with us

Regional

Geng Motor Bentrok di Bandung, 1 Orang Tewas

Published

on

INFOKA.ID – Dua geng motor di Bandung Barat terlibat bentrok antara XTC dan Moonraker di Jalan Raya Purwakarta-Cipatat, Minggu (28/2) kemarin. Dalam bentrok tersebut satu orang tewas.

Korban ditemukan di Jalan Cihaliwung, Padalarang. Selain itu, dua orang mengalami luka-luka, ditambah satu unit motor dibakar.

Dalam kejadian ini, polisi mengamankan lima orang terduga pelaku dan lima orang ini sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Yohannes Redhoi Sigiro mengatakan kelima orang tersebut terlibat secara langsung dalam aksi bentrokan yang menyebabkan seorang meninggal dunia.

“Sudah kita amankan lima orang dan mereka sudah jadi tersangka sekarang,” ungkap Yohannes, dikutip dari Detikcom.

Yohanes mengungkapkan, pihaknya tengah fokus pada pengembangan tersangka lainnya. Selain itu juga pada pengembangan terkait barang bukti yang digunakan para pelaku untuk menghabisi nyawa korban berinisial MR.

Baca juga: Petani Gigit Jari, Ratusan Hektar Sawah di Karawang Terancam Gagal Panen

“Masih pengembangan ke barang bukti yang digunakan juga,” terangnya.

Dirinya mengaku belum mengetahui apakah bentrokan yang pecah itu sudah direncanakan oleh dua geng motor tersebut atau belum.

“Kita belum tanya sampai ke sana, masih fokus ke perbuatan yang mengakibatkan adanya korban jiwa akibat bentrokan tersebut,” jelasnya.

Seorang saksi mata Fajrin (25) mengatakan, ia menyaksikan langsung kejadian itu saat sedang dalam perjalanan dari Cikalongwetan menuju Padalarang.

“Lagi perjalanan pulang ke Padalarang, pas di Nyalindung kaget ada ramai-ramai. Ternyata itu bentrokan geng motor, bukan cuma saya saja yang kaget, semua warga dan pengendara lain juga panik,” ujarnya.

Dirinya mengatakan jika saat itu anggota geng motor yang bentrok saling melempar batu. Ada juga anggota lainnya yang mengacungkan senjata tajam ke arah lawan.

Baca juga: Pemkab Perlu Dukungan Provinsi dan Pusat Untuk Atasi Banjir Karawang

“Ya chaos kondisinya, ada yang lempar batu terus kejar-kejaran. Ada warga juga yang berusaha melerai, tapi ya mungkin takut juga karena mereka pada bawa senjata tajam,” terangnya.

Dirinya tak menyangka bakal menyaksikan kejadian bentrokan tersebut. Meskipun ia mengaku tak melihat langsung adanya anggota geng motor yang dianiaya hingga meninggal dunia.

“Engga tahu kalau itu, tapi lihat videonya dari Facebook dan Instagram memang parah. Saya pas di situ yang penting mikirnya bisa selamat saja,” pungkasnya. (*)

Sumber: Detikcom

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement