Nasional
Gempa M 6,1 di Pasaman Barat Sumbar, 5.000 Warga Mengungsi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pusat Pengendalian Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) menyebut 7 orang meninggal dunia akibat gempa magnitudo 6,1 di Pasaman Barat, Sumatera Barat. Gempa juga menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan 5.000 warga mengungsi di 35 titik pengungsian akibat gempa di Pasaman Barat pagi tadi.
“BPBD melaporkan sebaran titik pengungsian di Kecamatan Talamau, Kecamatan Pasaman dan Kinali. Petugas di lapangan masih mendata warga yang mengungsi,” ujar Abdul Muhari melansir Kompas.com, Jumat (25/2/2022).
Laporan tersebut berdasarkan data hingga pukul 16.30 WIB. Selain 7 orang meninggal, puluhan orang mengalami luka-luka akibat gempa.
“Sedangkan total korban luka-luka mencapai 85 orang, dengan rincian luka berat 10 orang dan luka ringan 50 orang di Pasaman Barat, serta 25 orang di Pasaman,” sebut Abdul.
Hingga saat ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, para personel organisasi maupun relawan dan warga masih fokus pada pencarian, penyelamatan dan evakuasi serta pelayanan kepada warga terdampak.
Menurut BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 0,14 derajat LU, 99,94 derajat BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 kilometer timur laut wilayah Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada kedalaman 10 kilometer.
Ia mengatakan, gempa tersebut merupakan jenis gempa kerak dangkal akibat aktivitas patahan aktif atau sesar Sumatera.
Hingga pukul 10.00 WIB tercatat 15 kali gempa susulan usai guncangan Gempa Bumi bermagnitudo 6,1.
Guncangan gempa dirasakan di daerah Pasaman Barat VI MMI dan Pasaman dengan skala intensitas V MMI yaitu getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun.
Sementara itu, di Agam, Bukitttinggi, dan Padang Panjang, dengan skala intensitas IV MMI yaitu pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. Di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, dan Gunung Sitoli, getaran dirasakan dengan skala intensitas III MMI, di mana getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan akan truk berlalu. (*)

You may like

Doa Mohon Perlindungan dari Bencana Gempa Bumi

BNPB: 67 Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin

Gempa 6,5 M Guncang Timur Laut Garut, 11 Daerah di Jabar Terdampak

Kementerian PUPR Prioritaskan Perbaikan Fasum dan Rumah Warga Pasca Gempa di Sumedang

Polda Jabar Kerahkan 500 Personel Untuk Bantu Proses Evakuasi Warga yang Terdampak Gempa Sumedang

Gempa Dengan Magnitudo 5,9 Guncang Banten, Terasa Hingga Bandung dan Sukabumi
Pos-pos Terbaru
- Optimalisasi Lahan Pertanian: Polres Karawang Pastikan Kawal Swasembada Pangan Nasional
- Kapolres Karawang Turun Langsung Sukseskan Program Ketahanan Pangan
- Tanam Jagung Serentak, Langkah Polres Karawang Kawal Ketahanan Pangan Daerah
- Dukung Swasembada Pangan, Polres Karawang Perkuat Pilar Ketahanan Pangan
- Aksi Nyata Polres Karawang Wujudkan Ketahanan Pangan







