Connect with us

Regional

Gedung Prototype Kantor Kecamatan Cibuaya Senilai Rp 1,9 M Diduga Mangkrak

Published

on

KARAWANG – Pembangunan gedung prototype kantor Kecamatan Cibuaya senilai Rp 1,9 miliar yang bersumber dari APBD Tahun anggaran 2021 diduga mangkrak.

Bangunan yang dikerjakan oleh CV PUTRA NUSANTARA MUDA menurut Tabroni selaku pegawai staf bidang PBB kecamatan Cibuaya mengatakan, seharusnya pelaksanaan atau pekerjaan pembangunan gedung prototype ini sudah selesai dan sudah ditempati oleh seluruh pegawai kecamatan.

“Berhubung dalam pelaksanaan nya keliatan tersendat sendat alias mangkrak ya begini, sehingga masih banyak yang harus dikerjakan seperti dak bocor karena talang airnya tidak pas dengan tiang selasar sehingga kalau hujan air banjir,” katanya, Sabtu (19/3/2022).

“Yang kedua, belum dibuatkan saluran draenase saluran air pembuang disekitar area kantor. Sehingga kalau hujan air gak bisa surut karena ngantung di area kantor. Yang ketiga masalah pot bunga depan kantor sebaiknya dibongkar lantas diratakan agar supaya mobil kantor bisa masuk,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, pembangunan gedung tersebut bisa segera diselesaikan agar kegiatan pelayanan bisa berjalan sebagai mana mestinya.

“Harapan saya semoga cepat dikerjakan lagi oleh pemborong mengenai pekerjaan yang masih kurang. Pasalnya saya dengan staf yang lain kerja sehari-hari sudah tidak nyaman di rumah dinas camat yang dijadikan kantor. Tempatnya sempit bangunannya sudah kumuh dan bocor bila datang hujan. Intinya buat apa dibangun dengan anggaran sebesar hampir dua milyar kalau tidak cepat diselesaikan. Kan mubajir itu uang rakyat,” tegasnya.

Terpisah, Hasan pendamping Desa Kecamatan Cibuaya membenarkan kalau itu pembangunan sudah dua bulan mangkrak.

“Iya pak, makanya pak Camat tidak mau tanda tangan bila ada serah terima dari pemborong. Karena masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan seperti saluran drainase, pengarugan area kantor dan dak talang air bocor. Semua pegawai staf kecamatan ingin cepat pindah mengisi gedung yang baru. Tapi kenyataannya malah mangkrak sudah dua bulan dibiarkan gitu aja. Mubajir uang rakyat yang anggaran milyaran buat membangun kantor kecamatan belum juga selesai,” pungkasnya. (ded)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement