Regional
Fraksi Golkar DPRD Karawang Menolak Rengasdengklok Jadi Zona Industri
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kabupaten Karawang tahun 2022 menuai pro kontra dari berbagai kalangan, salah satunya Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karawang. Pasalnya penunjukan Kecamatan Rengasdengklok menjadi Kawasan Industri dianggap tak memiliki dasar yang kuat.
Kecamatan Rengasdengklok sendiri merupakan daerah yang menjadi saksi bisu Perumusan Kemerdekaan Indonesia. Kecamatan ini terdiri dari 9 desa, diantaranya Desa Dewisari, Desa Kertasari, Desa Rengasdengklok Selatan, Desa Rengasdengklok Utara, Desa Amansari, Desa Dukuh Karya, Desa Karyasari, Desa Kalang Suria dan Desa Kalangsari.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syarifudin mengungkapkan, penunjukan Kecamatan Rengasdengklok menjadi zona Industri tidak memiliki dasar yang kuat, terlagi Kecamatan tersebut masuk dalam kawasan LP2B.
“Didalam rancangan Reperda RTRW, memasukan Kecamatan Rengasdengklok sebagai kawasan industri tidak memiliki dasar yang kuat, justru kami Fraksi Golkar mempertanyakan pertimbangan apa yang mendasari penunjukan Rengasdengklok jadi kawasan industri, padahal kecamatan tersebut didominasi oleh kawasan pertanian,” ujar Ibe sapaan akrab Politisi Muda Partai Golkar tersebut, Kamis (1/9/2022).
Selain itu, Ibe menambahkan, Kecamatan Rengasdengklok memiliki irigasi yang terstruktur, yang mampu mengairi pesawahan puluhan bahkan ratusan hektar.
Selain itu ia juga menegaskan Fraksi Golkar menolak Rengasdengklok dijadikan kawasan Industri jika tidak memiliki dasar yang kuat.
“Kami Fraksi Partai Golkar menolak Kecamatan Rengasdengklok dijadikan kawasan Industri jika tidak memiliki dasar yang kuat, apalagi ini bertentangan dengan Perda LP2B yang menjadi salah satu pertimbangan penyusunan Raperda RTRW,” jelasnya.
Sekretaris Partai Golkar Karawang ini juga membeberkan dijadikannya Rengasdengklok sebagai kawasan Industri akan memiliki dampak yang sangat kompleks.
“Akan banyak dampaknya, selain menyusutnya lahan pertanian karena alih fungsi, juga akan menimbulkan permasalahan baru seperti kemacetan, pencemaran lingkungan, polusi dan permasalahan lainnya,” paparnya.
Ia juga menilai Raperda RTRW yang sedang digodok tersebut yang menjadikan Rengasdengklok sebagai kawasan Industri hanya untuk melegitimasi perusahaan dan pergudangan yang telah berdiri di sepanjang jalan Tanjungpura- Rengasdengklok.
“Kami pun mempertanyakan banyak berdirinya perusahaan-perusahaan baru, pergudangan di wilayah Kecamatan Rengasdengklok, yang bertentangan dengan Perda RTRW 13 Tahun 2013 yang menjadikan lahan teknis pertanian menjadi lahan pergudangan dan ini menimbulkan kejanggalan apakah Raperda RTRW yang sedang di godok dan masuk Prolegda 2022 hanya untuk melegitimasi perusahaan-perusahan yang telah berdiri disepanjang jalan provinsi, Tanjunpura-Rengasdengklok,” terangnya.
Ia juga meminta Pemkab untuk meninjau kembali rencana Kecamatan Rengasdengklok dijadikan kawasan industri.
“Kami minta untuk ditinjau kembali rencana Rengasdengklok dijadikan kawasan Industri, dan perusahaan- perusahaan yang telah berdiri itu jika melanggar untuk diberhentikan izin operasional nya,” pungkasnya. (cho)


You may like

Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan

Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh

Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga

District East dan BNET Jalin Kemitraan Strategis untuk Membangun Ekosistem Smart and Green Living di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional






