Connect with us

Daerah

Emak-emak di Karawang yang Injak Alquran Minta Maaf

Diposting

pada

INFOKA.ID – Kepala Sat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Ageng Wicaksana mengatakan bahwa tiga emak-emak yang viral menginjak Alquran sudah menyampaikan permohonan maaf di hadapan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Karawang, Jawa Barat.

“Pelaku sudah minta maaf, sudah ada mediasi sama MUI,” kata Oliestha, Jumat (19/11/2021).

Dia menjelaskan, kejadian emak-emak menginjak Alquran terjadi seminggu lalu yakni Rabu dan viral di media sosial pada Senin pekan ini. Polres Karawang langsung mengambil langkah pada Selasa (16/11/2021).

“Kita olah TKP, pemeriksaan saksi-saksi ada enam orang,” ujarnya.

Saat ini, pelaku sedang dilakukan pembinaan oleh MUI Karawang dan dimintai keterangan atau pemeriksaan dengan Kepolisian.

Motifnya, pelaku mengaku tidak mengetahui terkait pemahaman agama.

“Intinya ketidaktahuan antar perempuan sumpah duatas Alqur’an. MUI dibina sambil diperiksa,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat utamanya umat Islam agar tidak terprovokasi aksi emak-emak yang menginjak Alquran. Kemudian kasus sudah ditangani Kepolisian dan MUI.

“Polisi mengimbau agar tak terpancing dan mengundang perhatian publik dan kasus ini sudah ditangani polisi dan MUI,” kata dia.

Sebelumnya, viral sebuah videio memperlihatkan tiga orang wanita diduga tengah menginjak Al-Quran untuk bersumpah viral di media sosial (medsos).

Video itu terjadi di Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam video tersebut, terlihat tiga wanita melakukan sumpah dengan menginjak Al-Quran dilakukan di teras rumah dan disaksikan beberapa warga termasuk anak-anak.

Salah seorang perempuan yang mengenakan kaos warna biru tampak mengomel. Ia meminta perempuan berbaju merah untuk melakukan hal yang sama, yaitu menginjak Alquran.

Sementara, perempuan yang memakai baju merah seperti ragu-ragu ketika akan menginjak Alquran. Lantaran terus dipaksa oleh perempuan berbaju biru, akhirnya ia pun melakukannya.

Bahkan salah seorang perempuan meminta kepada perekam untuk memviralkan peristiwa tersebut. Video tersebut kejadian berada di Kecamatan Pakisjaya, Karawang. (*)

Advertisement
Tinggalkan pesan

Balas Pesan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement