Connect with us

Regional

Dosen Fisip Unsika Sebut Momen Pergantian Sekda Karawang Juni Nanti Sangat Krusial Pengaruhi Pilkada Karawang

Published

on

KARAWANG – Momen pergantian Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang dinilai menjadi momen krusial yang diduga bisa mempengaruhi suhu politik Pemilihan Kepala Daerah Karawang tahun 2024.

Diketahui jabatan Sekda akan berakhir pada 5 Juni 2024, momen tersebut juga bersamaan dengan proses tahapan Pilkada Karawang.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), DR. Eka Yusup mengingatkan Bupati Karawang untuk berhati-hati dalam memilih pengganti Sekda pada Juni nanti.

“Waktunya kan bersamaan antara Pilkada dan pemilihan Sekda itu akan menambah panas suhu politik di Karawang. Apalagi jika Aep ceroboh dalam memilih Sekda pasti akan berpengaruh dalam perolehan suara Pilkada karena suara ASN harus diperhitungkan,” kata Eka Yusuf, Selasa (30/4/24).

Menurutnya, Bupati Karawang Aep Syaepuloh, yang juga calon petahana dalam Pilkada nanti, perlu berhati-hati dalam memilih Sekda karena jika salah bisa berpengaruh dalam pencalonan sebagai Karawang 1.

Menurut Eka Yusuf jumlah ASN di Karawang mencapai 13.000 orang. Jumlah tersebut cukup singnifikan menjadi lumbung suara dalam Pilkada nanti.”Seandainya jumlah ASN di kalikan keluarganya jumlahnya signifikan jadi lumbung suara nanti. Makanya bupati Aep harus hati-hati memilih sekda. Paling tidak Sekda kedepan harus disukai oleh ASN,” katanya.

Eka Yusuf mengatakan suara ASN dalam Pilkada nanti harus diperhitungkan oleh bupati Aep. Meski menjadi bupati tidak otomatis ASN akan memilih Aep. Oleh karena itu kebijakan Aep menyangkut nasib
ASN harus diperhatikan.

“Sekda itu pemimpin tertinggi di ASN jadi memilih Sekda itu harus mempertimbangkan suara ASN,” katanya.

Menurut Eka Yusuf, jika bupati Aep salah salam memilih Sekda bisa dipastikan suara ASN dalam Pilkada nanti akan turun. Jika sudah seperti itu Aep akan kehilangan potensi kantung suara yang seharusnya bisa dimanfaatkan.

“Pemilihan Sekda bisa berdampak dalam Pilkada bisa jadi ASN tidak mendukung Aep jika salah dalam memilih Sekda,” katanya. (red)