Connect with us

Regional

Dinkes Karawang Sebut Sebanyak 3.633 Warga Karawang Terjangkit TBC

Published

on

KARAWANG – Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengungkapkan kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karawang mencapai 3.633 kasus yang tersebar di sejumlah kecamatan sekitar Karawang. Data ini mencatat kasus dari bulan Januari hingga April 2024.

“Sebanyak 3.633 kasus TBC itu adalah catatan kasus sepanjang Januari hingga April 2024,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Karawang, Yayuk Sri Rahayu dikutip Senin (20/5/2024).

Menurut Yayuk, kasus TBC di Karawang tersebar di banyak kecamatan, dengan jumlah kasus tertinggi di Kecamatan Cikampek, Karawang Barat, Karawang Timur, Kotabaru, Batujaya, Cibuaya, dan Rengasdengklok.

“Ketujuh kecamatan tersebut mencatat jumlah kasus TBC terbanyak,” ujarnya.

Sesuai dengan data Dinkes Karawang, kasus TBC di Kecamatan Cikampek mencapai 77 kasus, Kecamatan Karawang Barat 71 kasus, Kotabaru 67 kasus, dan sebanyak 58 kasus di Kecamatan Batujaya.

Kemudian di Kecamatan Cibuaya terdapat 57 kasus, Karawang Timur 53 kasus, dan sebanyak 52 kasus TBC di Kecamatan Rengasdengklok.

Yayuk menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan berbagai upaya untuk menekan kasus tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Acep Jamhuri, menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menanggulangi penyakit ini sebagai bagian dari komitmen bersama.

“Upaya-upaya strategis yang telah dilakukan dalam menanggulangi TBC di Karawang harus terus ditingkatkan, terlebih saat ini Karawang adalah salah satu daerah yang menjadi prioritas utama pemerintah pusat untuk melakukan percepatan penanggulangan penyakit TBC,” katanya.

Acep mengatakan ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bersama dalam menekan kasus TBC, antara lain peningkatan akses layanan TBC yang bermutu dan berpihak kepada pasien, intensifikasi upaya kesehatan, dan meningkatkan peran serta multisektor dalam penanggulangan TBC.

“Penguatan sistem preventif, promotif, dan kuratif sangat diperlukan, serta keterlibatan semua pihak adalah kunci dalam membangun komitmen yang menyeluruh, bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan saja,” tambahnya.

Dia menegaskan, TBC ini bukan hanya masalah kesehatan semata, tapi juga persoalan ekonomi dan perilaku hidup sehat. Maka pihak terkait juga bisa memberikan edukasi dan monitoring kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan dan pengobatan TBC. (*)