Regional
Dinkes Garut Lakukan Vaksinasi Difteri Bagi Warga di Kecamatan Pangatikan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Jawa Barat melakukan vaksinasi difteri kepada kepada warga di Kecamatan Pangatikan yang ditemukan banyak kasus positif difteri di daerah itu.
Sekretaris Dinkes Garut Leli Yuliani mengatakan vaksinasi menjadi upaya pencegahan dan pengobatan terhadap mereka yang telah positif difteri.
“Laporan harian hasil kegiatan ORI (Outbreak Response Immunization) Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut sampai dengan 28 Februari 2023 sebanyak 1.176 orang,” kata Leli, Rabu (1/3/2023).
Ia menuturkan, Dinkes Garut melakukan vaksinasi difteri secara massal dengan target sasaran vaksinasi sebanyak 11.228 orang.
Adapun rinciannya, usia 2 sampai 59 bulan sebanyak 3.565 orang, kemudian usia 5 sampai 7 tahun sebanyak 1.245 orang, dan sasaran usia 7 sampai 15 tahun sebanyak 6.418 orang.
Hasil capaian sementara untuk vaksinasi usia 2 bulan sampai 59 bulan baru 10,5 persen atau sebanyak 376 orang, kemudian vaksinasi usia 5 sampai 7 tahun sebesar 11,4 persen atau sebanyak 142 orang, dan sasaran vaksinasi usia 7 sampai 15 tahun sebesar 10,3 persen atau sebanyak 658 orang.
Leli menyampaikan, wabah difteri yang telah menjadi KLB di Garut harus mendapatkan penindakan serius. Utamanya masyarakat yang terjangkit difteri di Kecamatan Pangatikan.
Dia mengatakan, kasus positif difteri di Garut, tercatat sebanyak 10 orang, terdiri dari 4 orang dirawat di rumah sakit, kemudian tiga orang isolasi mandiri di rumah karena tidak bergejala, dan tiga orang sudah pulang dari rumah sakit.
“Dirawat dua, satu isoman dengan kondisi sudah stabil, tiga sudah pulang dari rumah sakit dan delapan anak meninggal,” katanya.
Leli menyampaikan kegiatan imunisasi massal itu agar masyarakat bisa terhindar dari wabah difteri, untuk itu perlu dilakukan imunisasi khususnya kalangan anak-anak.
Selain vaksinasi, Leli menyebutkan pihaknya juga terus menyosialisasikan kepada masyarakat terkait bahaya difteri, jika mengalami gejala difteri maka secepatnya untuk diperiksa agar mendapatkan penanganan kesehatan.
“Kalau sudah parah, itu adalah bisa menyebabkan infeksi pada otot jantung, miokarditis, karena kan difteri itu mengeluarkan bakteri, difteri itu mengeluarkan racun yang bisa nanti yang paling berat adalah menyebabkan infeksi pada otot jantung,” pungkasnya. (*)


You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- HUT Kota Palembang ke-1343, Diskominfo Gelar Lomba Gaplek dan E-Sport Antar Pegawai-Media
- UNSIKA Jadi Tuan Rumah Pertemuan SELA BKS-PTN Barat Bidang Pendidikan 2026, Dorong Kolaborasi dan Prestasi Mahasiswa
- Bukan Sekadar Tempat Menginap, Brits Hotel Karawang Komit Jadi Etalase Budaya Lokal
- Simpan Puluhan Gram Sabu, Dua Pria Asal Jayakerta Karawang Terancam 20 Tahun Penjara
- Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Kandung yang Diduga Cabuli Anak Balitanya






