Regional
Dibacok Hingga Kritis, Remaja Ini Dirawat di ICU, Keluarga Tak Mampu Biaya Pengobatan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Polsek Rengasdengklok tengah menyelidiki kasus penganiayaan yang menimpa seorang remaja berinisial R hingga menyebabkan korban kritis.
Pembacokan tersebut terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang pada Jumat (27/10/2023).
“Kita sudah memanggil beberapa teman korban untuk dimintai keterangan, tim lainnya sedang melakukan pengejaran, kita upayakan terduga pelaku bisa segera ditangkap,” jelas Kapolsek Rengasdengklok Kompol Yuswandi, Minggu (5/11/2023).
Ia menjelaskan, hingga kini tim unit Reskrim Polsek Rengasdengklok menegaskan, tidak menemui kesulitan untuk bisa mengetahui identitas terduga pelaku pembacokan, namun demikian, terduga pelaku berdasarkan informasi langsung melarikan diri sejak dari tempat kejadian perkara.
Ia mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan kendaraan yang digunakan oleh terduga pelaku.
Terpisah, salah seorang dari pihak keluarga korban kini dalam kondisi kritis. Menurutketerangan keluarga korban, kejadian pembacokan terhadap saat korban sedang bermain Mobile Legend di depan Pondok Pesantren Manbaul Ulum Rengasdengklok.
Secara tiba-tiba, korban didatangi oleh sekelompok remaja yang tidak dikenal dengan mengunakan sepeda motor sembari membawa senjata tajam, yakni berupa celurit.
Saat kejadian, korban bersama dengan beberapa warga setempat tanpa alasan secara membabi buta diserang menggunakan senjata tajam,
“Naas, Saat itu, anak kami jadi korban yang terkena sabetan celurit di bagian pinggang atas, dan lukanya hingga pada bagian organ dalam.” jelasnya
Atas kejadian tersebut, beberapa warga setempat langsung membawa korban yang mengalami luka parah akibat senjata tajam ke klinik Asyifa Kutawauya, untuk sekedar penanganan darurat.
“Kemudian, korban dirujuk ke RSUD Karawang. Sekarang kondisi korban kritis di ruang ICU RSUD Karawang” jelasnya.
Selain kejelas hukum, pihak keluarga korban meminta bantuan terkait dengan kondisi pemulihan korban yang kini kritis di Ruang ICU RSUD Karawang.
Alasannya, korban tidak bisa menggunakan BPJS, KIS dan Karawang sehat sejak masuk di Klinik Asyifa hingga ke RSUD sehingga harus bayar umum.
“Sedangkan keluarganya bukan keluarga yang mampu, jadi harapan keluarga korban agar keluarga pelaku bertanggung jawab penuh terkait biaya yang timbul dari kasus ini. Terpaksa kami sementara menggalang bantuan pada donatur yang bersedia memberi bantuan untuk biaya pengobatan korban,” jelasnya. (*)

You may like

Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Karawang Optimalkan Lahan Produktif dan Sarana Logistik

Polres Karawang Kawal Ketat Mata Rantai Distribusi Hasil Bumi Guna Menjamin Swasembada Pangan

Tingkatkan Produktivitas Hasil Bumi, Polres Karawang Gencarkan Program Pendampingan Kelompok Tani

Sokong Swasembada Pangan, Polres Karawang Intensifkan Pendampingan Kelompok Tani

Dukung Swasembada Nasional, Polres Karawang Sukseskan Panen Raya Jagung Bersama Petani Lokal

Polres Karawang Ungkap Peredaran Sabu di Kampungsawah, IRT Diamankan dengan Barang Bukti 35 Gram
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polres Karawang Optimalkan Lahan Produktif dan Sarana Logistik
- Sinergi Polres Karawang dan Masyarakat: Kawal Swasembada Pangan Demi Jaga Stabilitas Kamtibmas
- Aksi Nyata Polres Karawang Dorong Akselerasi Swasembada Pangan Nasional Lewat Sektor Pertanian
- Polres Karawang Kawal Ketat Mata Rantai Distribusi Hasil Bumi Guna Menjamin Swasembada Pangan
- Tingkatkan Produktivitas Hasil Bumi, Polres Karawang Gencarkan Program Pendampingan Kelompok Tani







