Regional
Demo di Bandung, Buruh: Musuh Kita Bukan Aparat
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Massa dari berbagai elemen buruh dan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Rakyat Membatalkan Omnibus Law (Formo) gagal mencapai gerbang Tol Cileunyi, Bandung karena diadang aparat kepolisian dari Polresta Bandung.
Unjuk rasa hanya bisa dilakukan dengan orasi di Jalan Raya Bandung-Garut daerah Cileunyi. Perwakilan massa masih berupaya agar diberikan jalan oleh kepolisian.
“Kita bersama mahasiswa, tani, pelajar, pemuda, saya mohon kepada peserta aksi kita jangan dipaksakan dulu,” ujar penanggung jawab aksi Slamet Priyatno di atas mobil komando, dilansir dari CNNIndonesia.com, Selasa (20/10).
“Hari ini kita diadang oleh pihak kepolisian. Tugas polisi melindungi rakyatnya, jangan membuat provokasi, karena musuh kita bukan aparat,” tambahnya.
Slamet menuding tindakan aparat menutup aksi unjuk rasa dilakukan atas arahan pemerintah. Karenanya, dia enggan massa berbuat ricuh karena aparat kepolisian mengadang jalan.
“Yang membuat provokasi adalah pemerintah itu sendiri. Kenapa? Kita menutup jalan katanya salah, padahal pemerintah menutup demokrasi kepada rakyatnya tapi tidak disalahkan,” kata Slamet.
“Karena UU Cipta kerja bukan hanya merugikan elemen petani, pekerja , mahasiswa. Tapi seluruh rakyat yang mengalami dampaknya nanti,” tambahnya.
Dalam aksi ini, massa sempat memblokade jalan selama beberapa jam. Bahkan hingga pukul 13.00 WIB, aksi blokade jalan masih terus berlangsung. Arus lalu lintas dialihkan ke jalur arah Cileunyi-Garut.
Sementara itu, Ketua Persatuan Perjuangan Buruh (PPB) KASBI Sumedang Rismanto mengatakan ribuan buruh dari berbagai serikat berencana berunjuk rasa selama tiga hari berturut-turut.
Menurutnya, aksi unjuk rasa dilakukan dengan long march dari kawasan industri Rancaekek hingga gerbang Tol Cileunyi.
“Berdasarkan pemberitahuan, kami akan melakukan aksi unjuk rasa selama tiga hari dimulai dari hari ini,” katanya.
Rismanto menyatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu setelah menggelar aksi pada hari pertama.
“Aksinya, akan tetap di sini hingga gerbang Jalan Tol Cileunyi,” ujarnya.
Rismanto berharap pemerintah pusat benar-benar menampung aspirasi para buruh.
“Ini supaya didengar. Bahwa benar di daerah bergejolak, hingga akhirnya pemerintah bisa memperhatikan dan mencabut pengesahan UU Cipta Kerja itu,” tegasnya. (*)
Sumber: CNNIndonesia.com

You may like

Oland PH Sibarani Serahkan Berkas Pencalonan Ketua DK PWI Jawa Barat, Kantongi Ratusan Dukungan

PT Permata Buana Putra Gugat Media Online Sebar Fitnah, Dirut: Kami Taat Aturan

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Membuka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Tahun 2026

UMKM Lapas Jabar Bersinar: Produk Sabut Kelapa Diekspor ke 4 Negara

Nyalakan Harapan, PLN UID Jawa Barat Sambungkan Listrik Gratis untuk 844 Keluarga Kurang Mampu di Momen HLN ke-80

Bahas Kolaborasi Platform Digital, AMKI Jabar Jalin Kemitraan dengan Pendam III/Siliwangi
Pos-pos Terbaru
- Alfamidi Dukung Pemberian ASI Eksklusif, Hadirkan Ruang Laktasi di Lingkungan Perusahaan
- Begini Sanksi yang Dijatuhkan Kepada Sekolah Penjual LKS di Karawang
- Bupati Bersih Bersih Bangli di Akses Tol Karawang Timur
- 258 ASN Pemkab Karawang Dilantik
- Kodim Karawang Bangun Jembatan Perintis Garuda 90 Meter di Jatisari







