Regional
Dapat Penghargaan Dari Kemendag, Pasar Johar Karawang Jadi Percontohan Untuk Pasar Rakyat Lainnya
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Penghargaan yang diterima Pasar Johar Karawang dari Kementrian Perdagangan pada Rabu (31/8/2022) kemarin, jadi bukti nyata kerja keras dalam mewujudkan pasar yang berstandar nasional.
Sejak dikelola pihak ketiga, PT Senjaya Rejeki Mas pada 2010, banyak perubahan yang terjadi di Pasar Johar Karawang dari mulai kondisi pasar hingga tata kelola pedagang.
Berbagai upaya dilakukan untuk memenuhi standart nasional yang ditetapkan pihak Kemendag diantaranya pembenahan secara fisik untuk meningkatkan citra dan kesan buruk terhadap pasar rakyat yang semula kumuh, becek, dan kotor menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi.
“Sedangkan, pembenahan fisik harus didukung dengan revitalisasi nonfisik yang meliputi revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial,” Kata Manager Pengelola Pasar Johar PT Senjaya Rejeki Mas, Novit Muhendar.
Dikatakan Novit, penghargaan yang diterima dari Kemendag dalam Ajang
Anugerah Perlindungan Konsumen 2022 yang dilaksanakan di Hotel Bumi Senyiur Samarinda Kalimantan Timur, berkaitan dengan kenyamanan pedagang dari semua unsur pasar tidak lepas dari dukungan dan kerjasama Pemkab dan DPRD Karawang, serta seluruh Asosiasi Pedagang Pasar Johar (APPJ).
“Tentunya ini menjadi sebuah pencapaian yang bagus, khususnya untuk pasar Johar Karawang dan mudah mudahan bisa di contoh pasar-pasar lain untuk menjadi lebih baik,” terangnya.
Pada penganugerah tersebut, Kabupaten Karawang kembali menerima penghargaan untuk kategori Pasar Rakyat SNI yang diwakili dan diterima oleh Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Karawang, Hanafi Chaniago.
Diungkapkannya sebelum meraih penghargaan predikat pasar ber-SNI, berbagai prestasi juga telah diraih Pasar Johar diantaranya mengikuti Festival Pasar Rakyat se-Jawa Barat pada 2019 yang digelar Disperindag Jawa Barat dengan meraih predikat juara 2.
Selanjutnya di 2021, mewakili pasar tradisional di Kabupaten Karawang, Pasar Johar juga ditunjuk menjadi percontohan ‘Pasar Digitalisasi’ oleh kementrian. Yaitu dimana setiap transaksi pedagang dengan pembeli, pedagang dengan pengelola kaitan dengan retribusi menggunakan ‘Aplikasi Qris’ yang bekerja sama dengan Bank Indonesia.
Hingga akhirnya di tahun 2022, Pasar Johar mengharumkan nama baik Karawang karena mendapat penghargaan dari Kementrian Perdagangan RI dengan predikat pasar SNI.
Novit Muhendar kembali menjelaskan, jika dalam waktu 5 bulan tim verifikasi dari Kementerian Perdagangan RI bukan hanya sekedar mengecek dari segi kebersihan, keamanan, tata kelola pedagang dan perparkiran, hingga sarana dan prasarana Pasar Johar semata.
Melainkan juga tentang sinergitas kerjasama antara pengelola dan aliansi pedagang dengan Pemkab Karawang yang dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karawang.
“Jadi komponen penilaiannya cukup banyak. Bukan hanya berkaitan tata kelola. Melainkan sampai kepada persoalan sarana prasarana seperti MCK yang layak juga dinilai. Tetapi yang lebih penting penilaian sinergitas antara pengelola, asosiasi pedagang dengan Disperindag tadi,” paparnya.
Masih disampaikan Novit, penghargaan skala nasional ini bukan hanya menjadi kebanggaan PT Senjaya Rejeki Mas sebagai pengelola Pasar Johar. Melainkan juga kebanggan bagi Pemkab Karawang, karena dapat memberikan pembinaan pengelolaan pasar dengan baik.
Sehingga yang tidak kalah penting, sambung Novit, pasar yang memiliki 7 blok dan 600 kios yang baru terisi ini sudah tidak ada lagi persoalan premanisme seperti pungutan liar (pungli) kepada para pedagang. Termasuk pekerja yang dipekerjakan dalam mengelola Pasar Johar ini 99% merupakan warga pribumi.
“Harapan kita mudah-mudahan ke depan tidak hanya Pasar Johar yang bisa seperti ini. Tetapi juga diikuti pasar tradisional lain yang ada di Karawang. Sehingga semua pasar tradisional di Karawang bisa dijadikan barometer pasar nasional,” katanya.
Karena beberapa prestasi ini, Novit kembali menjelaskan, Pasar Johar juga menjadi target studi banding pengelolaan pasar tradisional dari kabupaten/kota lain. Sebut saja seperti salah satu pasar tradisional dari Kabupaten Banyuasin yang sempat melakukan studi banding ke Pasar Johar pada Agustus 2022.
Setelah penghargaan dari Kementrian Perdagangan RI ini, sambung Novit, selanjutnya Pasar Johar sedang mempersiapkan Festival Pasar Rakyat Juara yang digelar Pemprov Jabar di bulan ini.
“Ya, kita sebagai pengelola pasar bersyukur bisa sampai titik pencapaian seperti ini. Kami juga ucapkan banyak terima kasih atas kerja sama semua pihak selama ini. Khususnya kepada pemkab (Disperindag), DPRD, asosiasi pedagang, serta elemen lainnya yang sudah menghantarkan Pasar Johar sampai seperti saat ini,” pungkasnya. (adv)


You may like

Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit

Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan

Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh

Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan

Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional

Layanan MCU Gratis Primaya Hospital di Nobar Piala Dunia 2026 Karawang Diserbu Warga
Pos-pos Terbaru
- Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit
- Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan






