Regional
Bupati Purwakarta Harus Bersikap Tegas Soal Tajug Gede Cilodong
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
PURWAKARTA – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika harus bersikap tegas mengambil kembali Tajug Gede sebagai aset milik Pemkab Purwakarta yang sekarang dikuasai seseorang.
Pasalnya, Pemkab Purwakarta berkepentingan terhadap Tajug Gede karena begitu banyak anggaran daerah digelontorkan untuk rehabilitasi dan revitalisasi tempat ibadah umat Islam tersebut.
Selain itu, Pemkab Purwakarta harus memiliki komitmen terhadap nota kesepakatan antara PT Asri Pelang Nusa (PT APN) yang sudah menghibahkan tanah seluas 9 hektar kepada Pemkab Purwakarta untuk pembangunan islamic center beserta fasilitas keagamaan lainnya.
Demikian disampaikan pengamat dan mantan anggota DPRD Agus Yasin, Sabtu (12/11/2022).
Menurutnya, kesepakatan yang dilanggar oleh pemerintahn sebelumnya dengan merealisasikan Tajug Gede sebagai objek wisata religius dengan anggaran pembangunan mencapai Rp 38 Miliar nilai kontraknya yang dikerjakan oleh PT Putra Cipariuk Mandiri.
“Sejak diresmikan pada tahun 2018 sampai sekarang, penataan dan pemeliharaan Tajug Gede selalu teralokasi. Artinya, bahwa secara faktual keberadaan Tajug Gede dibangun dan difasilitasi dengan pembiayaan daerah,” katanya.
Maka secara aturan, keberadaan dan pengelolaan Tajug Gede harus diambil alih oleh Pemda. Tidak ada alasan, jika tempat itu dikuasai pihak lain atas nama apapun tanpa persetujuan Pemda Purwakarta.
Agus Yasin menjelaskan, nota kesepakatan atara antara PT Asri Pelangi Nusa dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, pada tanggal 11 April 2003 dengan Kesepakatan Nomor: 08/NK-DIR/APN/03 – 593/454. A/UM.
Bahwa PT APN selaku pengembang Kawasan Industri dan selaku pemegang HGB di Desa Cikopo Kecamatan Bungursari Purwakarta sesuai sertifikat HGB Nomor 387, menyerahkan sebagian miliknya seluas 9 hektar kepada Pemda Kabupaten Purwakarta untuk digunakan sebagai lahan Islamic Center serta fasilitas sosial lainnya.
Tajug Gede Dapat Anggaran Jor-joran
Sebelumnya, Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Purwakarta menyoroti anggaran yang digelontorkan secara jor-joran untuk revitalisasi dan pembangunan di Tajug Gede, Cilodong, Purwakarta.
Pihaknya, mengharapkan Bupati Purwakarta dibawah kepemimpin Anne Ratna Mustika melakukan evaluasi terkait pengalokasian anggaran di Tajug Gede tersebut.
“Apakah pembangunan di Tajug Gede tersebut merupakan skala prioritas Pemkab Purwakarta sesuai dengan RPJMD,” kata Ketua GMPK Awod Abdul Ghadir.
Menurutnya, Bupati Purwakarta harus lebih memperhatikan pengalokasian anggaran untuk sektor lain yang lebih penting dibandingkan ke Tajug Gede yang lebih dari sekedar ambisi politik dari seseorang.
Selain itu, kepada Pemkab dan Bupati Purwakarta harus lebih mempertegas status hukum dari Tajug Gede tersebut, apakah Tajug Gede itu milik Pemkab Purwakarta atau yayasan (DKM). (TI)

You may like

IJTI Akademi, Cetak Generasi Muda Yang Cerdas Bermedia Dan Kritis Informasi

Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR

LippoLand Perkuat Kontribusi terhadap Percepatan Ekonomi dan Penyediaan Hunian Terjangkau melalui HWB Purwakarta

Besok! Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta Resmi Diluncurkan

Purwakarta Istimewa Gelar EXPO Pendidikan Non Formal (PNF) Tahun 2025

FK-PKBM Kabupaten Purwakarta Adakan Musdalub Tahun 2025
3 Comments
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Kapolres Karawang Pimpin Langsung Upacara Kenaikan Pangkat Reguler dan Pengabdian di Polres Karawang
- Mudahkan Warga di Akhir Pekan, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Roda Organisasi Kembali Berputar, AKBP Fiki N. Ardiansyah Akhiri Masa Jabatan Bersamaan dengan Kenaikan Tipologi Polresta Karawang
- Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Sukses Gelar Lomba Burung Berkicau “Kapolres Cup” di Kampung Budaya
- Sinergi Pemkab dan PWI Karawang: Sulap Momentum Piala Dunia Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat








Jatitri
14 November 2022 at 05:48
Kata Upin Ipin : Betul….Betul…Betul
Bayu
15 November 2022 at 04:59
Suami mu lebih mementingkan buat Konten drpd keluarga. karena membuat konten hasilnya lebih besar sambil menyalahkan orang lain. Sekalian buat nyaGub…
Dedoy
15 November 2022 at 09:55
Harus tegaslah, masak sm org jelek takut.