Regional
BPBD Jabar: Bencana Longsor di Subang Masuk Tahap Rehabilitasi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat menyatakan bencana tanah longsor yang terjadi di Kampung Cipondok Desa Pasanggrahan Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Jawa Barat masuk pada tahap rehabilitasi pasca bencana.
“Proses pencarian dinyatakan selesai, memang sudah tidak ada laporan lagi kehilangan, ya. Jadi kenapa kita segera selesaikan agar kita bisa masuk ke tahap rehabilitasi rekonstruksi,” ujar Kepala BPBD Jabar, Dani Ramdan, di lokasi kejadian, Senin (8/1/2024).
Dani mengatakan, disegerakannya rehabilitasi dan rekonstruksi, karena di lokasi kejadian bencana terdapat instalasi vital yaitu intek PDAM yang dibutuhkan oleh sekira 15 ribu pelanggan.
“Jadi Forkopimda Jabar memutuskan untuk oprasi SAR diselesaikan sementara, tapi Tim SAR masih standby. Dan mulai besok kita akan rehabilitasi rekonstruksi untuk memulihkan terutama kondisi intake PDAM,” katanya.
Pj Bupati Subang Imran menuturkan, terkait dengan intek PDAM, pihaknya akan mempercepat perbaikannya dengan target tiga hari agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
“Tadi menurut pak Dirut PDAM untuk perbaikan dibutuhkan sekitar waktu seminggu, cuma saya minta kalau bisa tiga hari itu sudah selesai, sehingga pelayanan air minum yang merupakan pelayanan dasar itu bisa terpenuhi,” katanya.
Sementara, Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin saat meninjau lokasi bencana meminta warga Jabar waspadai musim penghujan karena rentan bencana alam. Bey juga menyampaikan dukacita mendalam bagi korban yang meninggal dunia.
“Hari ini saya dengan pejabat terkait meninjau langsung tempat terjadinya bencana longsor, dan kami menyampaikan dukacita mendalam dan berbelasungkawa bagi korban yang meninggal dunia, ada dua orang yang meninggal,” katanya
Bey juga meminta warga Jawa Barat meningkatkan kewaspadaan karena sudah memasuki curah hujan yang ekstrem.
“Masyarakat jika sudah hujan besar atau sudah ada peringatan awal dari petugas di lapangan, baik itu dari petugas desa, TNI/Polr, mohon dipatuhi di lapangan,” tuturnya.
Menurutnya, dalam keadaan cuaca buruk, jangan sampai ada warga berada di alam terbuka.
“Karena itu sangat berbahaya dan carilah tempat seaman mungkin, sedekat mungkin untuk menghindari bencana atau longsor yang mungkin ditimbulkan,” tuturnya.
Diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Kampung Cipondok, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu (7/1/2024).
Longsor yang terjadi pada pukul 17.30 WIB tersebut, dikabarkan disebabkan oleh hujan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu.
Berdasarkan laporan, sebanyak 11 orang mengalami luka ringan dan dua orang meninggal dunia. Selain itu, sekira 300 warga mengungsi. (*)

You may like

PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang​

Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B

Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat

Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger

Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS

DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA
Pos-pos Terbaru
- PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang​
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS







