Regional
BPBD Garut Lakukan Langkah Antisipasi Untuk Waspadai Puncak Kemarau di Agustus 2023
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk mewaspadai puncak dampak kemarau yang diprediksi terjadi awal Agustus 2023.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi mengatakan bahwa pihaknya menyiagakan petugas untuk gerak cepat menangani masalah daerah yang dilanda kekeringan, terutama masyarakat yang kesulitan air bersih.
“Kita pemerintah daerah sudah diwanti-wanti bulan Agustus kemarau panjang, untuk itu kita melakukan langkah untuk selalu siap siaga,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi dikutip Minggu (2/7/2023).
Ia menjelaskan pihaknya sudah melakukan persiapan dengan sudah dibentuknya tim Unit Reaksi Cepat (URC) Garut untuk menanggulangi dampak bencana alam, termasuk masalah bencana kekeringan.
erdasarkan laporan dari BMKG, Kabupaten Garut akan terjadi kemarau panjang yang bisa menyebabkan kekeringan pada Agustus 2023. Untuk Itu, pemerintah daerah untuk mewaspadainya dengan melakukan persiapan penanganannya.
“Prediksi puncaknya akan berawal Agustus karena hitungan meteorologi sekarang masih ada hujan, meskipun relatif kecil,” bebernya.
Dia menyampaikan selama ini meski sudah masuk bulan musim kemarau, tapi masih ada hujan dengan intensitas rendah di sejumlah daerah Garut, sehingga tidak menyebabkan kekeringan ekstrem.
BPBD Garut selama ini belum mendapatkan laporan dari masyarakat yang kesulitan air bersih, begitu juga kondisi lahan pertanian yang puso.
“Karena masih turun hujan, jadi sampai saat ini belum ada laporan yang kekeringan, atau pertanian yang puso,” ungkapnya.
Satria menyebutkan daerah yang perlu diwaspadai terjadi kekeringan pada musim kemarau yaitu bagian utara Garut seperti Kecamatan Cibatu dan kecamatan sekitarnya, kemudian sejumlah daerah selatan Garut.
Pihaknya bersama instansi lainnya seperti dengan Dinas Pertanian sudah siap siaga melakukan pemantauan daerah yang rawan dilanda kekeringan saat kemarau.
Jika ada laporan kesulitan air bersih, kata dia, maka secepatnya didistribusikan air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, begitu juga melakukan upaya mengurangi risiko besar untuk areal pertanian yang terdampak kemarau.
“Tentunya kami tetap siaga, tiap daerah atau kecamatan akan menginformasikan apabila ada kekeringan, ada puso, maka kita koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mengatasinya,” tandasnya. (*)


You may like

Bukan Cuma Info Loker, Disnakertrans Karawang Optimalkan 7 Layanan Unggulan Ketenagakerjaan

Bantu Perbaiki Motor Mogok hingga Antar Anak ke Sekolah, Aksi Humanis Personel Satlantas Polresta Karawang di Tengah Giat Sapa Pagi

Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja

2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH

Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang

Personel Gabungan Laksanakan Patroli KRYD, Polresta Karawang Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif
Pos-pos Terbaru
- Bukan Cuma Info Loker, Disnakertrans Karawang Optimalkan 7 Layanan Unggulan Ketenagakerjaan
- Bantu Perbaiki Motor Mogok hingga Antar Anak ke Sekolah, Aksi Humanis Personel Satlantas Polresta Karawang di Tengah Giat Sapa Pagi
- Disnakertrans Karawang Kunker ke Sukabumi, Gali Strategi Job Fair Internasional dan Penyerapan 3.500 Tenaga Kerja
- 2026, Pemkab Karawang Bangun 2441 RTLH
- Dua Tahun Ajukan Rutilahu Tak Kunjung Terealisasi, Warga Jayakerta Menangis Berharap Bantuan Bupati Karawang






