Regional
BMKG: Ada 5 Daerah di Jabar Paling Rawan Bencana
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat menyatakan bahwa ada lima daerah di Jabar yang paling rawan bencana.
Kelima daerah itu antara lain, Kabupaten Bandung, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, dan Pangandaran.
Kelima daerah itu telah menetapkan status siaga 1 bencana sejak awal September 2022 untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan akibat cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor
“Untuk status siaga itu banyak di bagian barat, seperti Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, sampai Pangandaran, termasuk Bandung,” kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jabar Indra Gustari dalam keterangannya, Selasa (11/10/2022).
Kelima daerah yang telah menetapkan status siaga tersebut, ujar Indra Gustari, memiliki curah hujan yang tinggi dan berpotensi memicu bencana.
Daerah siaga itu hampir sepanjang tahun curah hujannya tinggi. Bisa dipastikan tanah berat menahan air hujan dan jenuh sehingga tidak sanggup menampung.
“Sepanjang 2022, curah hujan di lima daerah siaga itu tinggi dan tidak ada musim kemarau. Karena itu, daerah ini kami sampaikan bisa lebih bahaya (paling rawan bencana alam),” ujar Indra Gustari.
Selain itu, ada beberapa daerah yang dikategorikan BMKG berstatus waspada bencana di Jawa Barat. Wilayahnya berada di sekitar Jabar bagian Utara yang dikategorikan memiliki curah hujan lebih rendah.
“Level daerah waspada itu Sumedang dan pesisir utara Jabar,” tuturnya.
Meski begitu, masyarakat diimbau untuk selalu waspada, terutama terhadap bencana tanah longsor. Sebab, potensi bencana itu tidak hanya terjadi di wilayah dengan curah hujan yang tinggi, namun juga bisa timbul akibat beberapa faktor.
“Wilayah dataran rendah yang kurang pohon juga bisa potensi longsor. Ini bisa dipicu hujan ekstrem atau dipicu akumulasi. Jadi, meski hujan intensitas rendah, tapi kalau tiap hari bisa memicu longsor,” ujar Indra Gustari.
BMKG memastikan sudah menyampaikan imbauan melalui rilis kesiapsiagaan bencana yang disampaikan ke pemerintah daerah. Mitigasi itu dilakukan supaya pemda siap dalam menghadapi bencana yang baru-baru ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi.
“Makanya BMKG di awal bulan kemarin sudah buat rilis kesiapsiagaan. Karena kemarin ada beberapa potensi ekstrem dan juga potensi terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor,” tuturnya. (*)


You may like

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang

Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya

Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang

Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama

Kapolresta Karawang Resmikan Warung Ojol, Wujud Kepedulian dan Kedekatan dengan Pengemudi Ojek Online
Pos-pos Terbaru
- Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel
- Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
- Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya
- Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang






