Regional
Berbulan-bulan Dibiarkan Menumpuk, Hamparan Eceng Gondok di Jembatan Bodeman Karawang Dikeluhkan Warga
Published
6 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Warga Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengeluhkan tumpukan sampah eceng gondok yang menggunung di sekitar Jembatan Bodeman, Pintu Air Gang Otoy. Titik yang menjadi perbatasan antara Desa Amansari dan Desa Dukuh Karya ini kini menjadi sumber aroma tidak sedap lantaran tumpukan tanaman liar tersebut telah mengendap selama berbulan-bulan.
Pantauan di lokasi menunjukkan hamparan eceng gondok bercampur dengan limbah rumah tangga, menciptakan gumpalan padat yang menyumbat aliran air. Selain merusak pemandangan, kondisi ini mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat setempat.
Muslih (52), warga Dusun Krajan Timur, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah ini telah merampas sarana sanitasi warga. Hamparan batu yang biasanya menjadi tempat warga mandi dan mencuci pakaian kini tertutup rapat oleh material sampah.
“Sangat terganggu, Pak. Biasanya warga mandi dan cuci pakaian di sini, sekarang sudah tidak bisa karena terhalang eceng gondok. Selain itu, bau busuknya sudah sangat menyengat,” keluh Muslih kepada media, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menambahkan kekhawatirannya jika tumpukan ini terus dibiarkan. “Kalau orang menabung uang tiap hari lama-lama kaya, tapi kalau menabung sampah setiap hari lama-lama jadi penyakit. Apalagi banyak orang luar yang sengaja buang sampah rumah tangga ke sini sambil lewat,” tegasnya.
Senada dengan Muslih, Herman (60), salah satu tokoh masyarakat setempat, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja petugas lapangan (waker) dari dinas terkait, khususnya PJT II Cabang Rengasdengklok. Menurutnya, pembiaran ini tidak seharusnya terjadi jika pemeliharaan dilakukan secara rutin.
“Harusnya kalau ada eceng gondok itu segera diangkat ke tanggul atau setidaknya didorong agar hanyut mengalir. Kalau dibiarkan mengendap begini, akhirnya jadi tempat sangkutan sampah lain seperti kasur, bantal, hingga bangkai binatang. Itu jelas sumber penyakit,” tutur Herman.
Warga berharap pihak Dinas PJT II Cabang Rengasdengklok segera mengambil langkah nyata (gerak cepat) untuk membersihkan lokasi tersebut. Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kehadiran petugas untuk mengevakuasi limbah yang dianggap sebagai hama tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. (Mio)
You may like

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur

Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta

Kalapas Ajak Warga Binaan Berikhtiar Memperbaiki Diri melalui Pembinaan Kepribadian dan Kemandirian

Kantor Hukum Cakra Buana Dorong Sosialisasi Masif UU Lalu Lintas untuk Pelajar Usai Insiden Maut di Karawang
Pos-pos Terbaru
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!
- Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
- Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
- Kekerasan Terhadap Pers Kembali Terjadi, AJI Palembang Tuntut Pengusutan Tuntas Kasus Penganiayaan Jurnalis
- Tepis Isu Bocor, DPMD Karawang Tegaskan Hasil Ujian CAT Cakades Langsung Diketahui Peserta







