Regional
Belum Ada Kejelasan, Pembangunan JITUT di Rengasdengklok Utara Tiba-tiba Distop
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Dinas Pertanian Kabupaten Karawang menggunakan dana APBD Pemerintah daerah Kabupaten Karawang meluncurkan program pembangunan Jaringan Irigasi Tersier Usaha Tani atau JITUT dengan pola melalui pihak ketiga atau kontraktual.
Salah satunya, pembangunan berjudul JITUT telah dilaksanakan oleh pihak rekanan pada saluran tanah yang selama ini berfungsi untuk mengairi lahan pertanian di Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, pada awal bulan April tahun 2021.
Hanya saja, beredar kabar dari para petani penggarap sebagai penerima manfaat program pembangunan JITUT yang kini dilaksanakan oleh pihak rekanan Distan Karawang dalam pelaksanaan pekerjaan terhenti ditengah jalan secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan pada para petani.
Sayangnya, para petani juga belum menemukan jawaban penyebab mandeknya pelaksanaan ketika melakukan koordinasi menuju kantor UPTD Dinas Pertanian maupun Kantor BPP Kecamatan Rengasdengklok.
“Kami juga enggak paham kenapa pelaksanaan tidak diselesaikan, tiba-tiba berhenti di tengah jalan tanpa ada perberitahuan. Kami sebagai petani yang akan menikmati hasil pembangunan hanya penasaran saja kenapa tidak ada lagi kegiatan di lokasi pekerjaan,” jelas Anggota Gapoktan Desa Rengasdengklok Utara, Ida (50) ketika ditemui Infoka.
Diluar dari itu, beredar kabar terkait proses pelaksanaan program pembangunan JITUT oleh Distan Karawang melalui pihak ketiga atau kontraktor mulai mengundang kecurigaan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat dan juga organisasi karang taruna desa setempat mengetahui minimnya petugas pengawasan pekerjaan dari pihak Dinas.
“Sayang disayangkan kabarnya pelaksaan JITUT di Desa Rengasdengklok Utara Kecamatan Rengasdengklok mulai mengudang reaksi dari kalangan lembaga dan organisasi kepemudaan di desa setempat. Meskipun, belum diketahui apakah kecurigaan LSM dan organisasi pemuda berkaitan dengan laporan dari petani soal pelaksanaan yang tiba tiba berhenti di tengah jalan,” ungkap Roni, aktivis LSM Korek.
Berdasarkan pantauan terkait proses Pelaksanaan pekerjaan pembangunan JIUT di Rengasdengklok Utara yang ditunjuk pada Cv Multi Karya Wiguna.
Menurutnya, tertuju pada tahapan awal proses pekerjaan pembangunan Jitut, yakni pada bagian pembangunan pondasi JITUT yang dicurigai tidak optimal sesuai target tim perencanaan dari Dinas Pertanian Karawang.
“Semisal, yang jadi topik pembahasan mengenai pondasi dan juga pemaaangan batu di titik nol dengan ukuran 20 cm dan 20 cm dari muka tanah. Itu yang sedang ramai diributkan oleh kalangan aktivis dari lembaga dan organisasi, kita juga perlu kroscek kembali kebenaran informasi tersebut,” tegasnya.
“Kami sudah investigasi ke pelaksanaan pembangunan Jitut di Desa Rengasdengklok, memang benar pelaksanaan pondasinya tidak semua batu, tetapi setengahnya menempel di tanah galengan sawah atau galengan jalan, jadi patut diduga adanya pengurangan jumlah volume yang dikerjakan.” jelasnya.
Pekerjaan Jitut di Desa Rengasdengklok Utara, menurut Dia lagi, dinilai kurang terpantau oleh petugas bagian pengawasan dari pihak dinas Pertanian Karawang.
“Sehingga dikhawatirkan pekerjaan yang dikerjakan pemborong tersebut bisa saja dikerjakan asal jadi,” jelasnya. (sgt)

You may like

Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan

Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang

Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern

12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang

Lapas Karawang Gelar Apel Ikrar Bebas Narkoba, Pungli Dan HP Sekaligus Penyematan Kenaikan Pangkat

Kasus Kematian Balita di Karawang Didalami, Polisi Siapkan Ekshumasi dan Periksa Saksi
Pos-pos Terbaru
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern
- 12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang
- Lapas Karawang Gelar Apel Ikrar Bebas Narkoba, Pungli Dan HP Sekaligus Penyematan Kenaikan Pangkat







