Nasional
Begini Pengembangan Kawasan Rebana dan Jabar Selatan Serap Investasi Rp392 Triliun
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tengah menggenjot pengembangan Kawasan Rebana dan Jabar Bagian Selatan untuk menjaring investasi.
Percepatan pembangunan kedua kawasan ini juga sudah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021.
Merujuk pada beleid tersebut, Kawasan Rebana meliputi tujuh daerah, yakni Kabupaten Subang, Sumedang, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Cirebon, serta Kota Cirebon. Sedangkan pembangunan Kawasan Jabar Bagian Selatan meliputi Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, dan Pangandaran.
Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jabar Noneng Komara Nengsih menyebutkan, pengembangan dua kawasan tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat, melalui terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jawa Barat Bagian Selatan.
Merujuk pada Perpres yang diteken oleh Presiden Joko Widodo pada 9 September 2021 itu, Noneng menjelaskan, pengembangan Kawasan Rebana dan Jabar Bagian Selatan memuat 162 program, dengan nilai investasi mencapai sekitar Rp392,4 triliun.
“Besaran itu merupakan angka investasi yang diharapkan pendanaannya melalui APBN, APBD, BUMD, BUMN dan swasta,” kata Noneng dilansir dari Kontan.co.id, Senin (25/10/2021).
Noneng bilang, pengembangan Jabar Bagian Selatan atau dikenal juga dengan nama Arumanis akan berfokus pada sektor pariwisata, kemaritiman, dan pertanian.
Dia menjelaskan, ada 81 program dengan nilai investasi sebesar Rp157,7 triliun untuk pengembangan Jabar Bagian Selatan. Sebanyak 81 program tersebut terbagi kedalam empat rencana induk pengembangan. Pertama, rencana induk pengembangan infrastruktur yang memuat 59 program dengan total investasi senilai Rp135,3 triliun.
Kedua, rencana induk pengembangan sektor kelautan yang memuat 8 program dengan investasi Rp3,1 triliun.
Ketiga, rencana induk pengembangan sektor agribisnis yang memuat 5 program dengan nilai investasi sebesar Rp330 miliar.
Keempat, rencana induk pengembangan sektor pariwisata yang memuat 9 program dengan nilai Rp 19 triliun.
Sedangkan untuk Kawasan Rebana, rencana pembangunan akan difokuskan pada pengembangan kawasan kota baru dengan konsep life, work and play.
Menurut Noneng, ada 13 kota baru yang siap untuk dikembangkan oleh investor, dengan total investasi senilai Rp234,6 triliun.
“Saat ini terdapat 9 kawasan di Rebana yang siap menerima investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Barat,” kata Noneng.
Noneng belum membeberkan secara rinci proyek kawasan mana saja yang dimaksud, maupun investor mana saja yang sudah berkomitmen menanamkan investasinya.
Yang pasti, dia memastikan bahwa kawasan Rebana juga didukung dengan pembangunan infrastruktur yang bertaraf internasional seperti Pelabuhan Patimban, Aerocity Kertajati dan Tol Cisumdawu.
Noneng menambahkan, untuk mendukung infrastruktur di Kawasan Rebana juga dibangun Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Cirebon Raya dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatigede.
Secara keseluruhan, Jawa Barat memiliki total target investasi yang harus dikawal sebesar Rp 717,3 triliun.
Termasuk akumulasi dari rencana investasi yang ditargetkan tahun ini oleh Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp 127,3 triliun.
Mengutip laman jabarprov.go.id, realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Provinsi Jabar pada Semester I-2021 telah mencapai Rp 72,46 triliun.
Rincinya, realisasi PMA senilai Rp 44,27 triliun dan PMDN sebesar Rp 28,19 triliun. Realisasai di pertengahan tahun itu telah mencapai 56,9% dari target yang ditetapkan Kementerian Investasi/BKPM di 2021.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga telah menyiapkan Ekosistem Investasi Jabar yang diharapkan bisa mendorong peningkatan investasi dan kemudahan berusaha, termasuk untuk pelaku UMKM.
Ridwan menjelaskan, Ekosistem Investasi Jabar merupakan media sinergi dan terintegrasi dalam melakukan identifikasi, mapping potensi, peluang, serta tantangan investasi, dan kemudahan berusaha bagi pelaku usaha besar, menengah maupun UMKM.
Identifikasi peluang investasi juga mencakup ketersediaan infrastruktur pendukung konektivitas yang menghubungkan, sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi di jawa Barat, baik di wilayah utara maupun selatan.
Ridwan Kamil pun menargetkan Provinsi Jawa Barat bisa menjadi pusat investasi, tak hanya di Indonesia, tapi juga di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).
“Kita bertahun-tahun menjadi pusat dan tujuan investasi nomor satu di Indonesia. Oleh karena itu saya targetkan kita harus jadi juara satu investasi se-ASEAN,” sebut Ridwan, Agustus 2021 lalu. (*)


You may like

Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar

Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook

Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat

Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah

Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun

Empat Saksi Sudah Diperiksa, Polres Karawang Tegaskan Kasus Kekerasan Seksual Anak Masih Berproses
Pos-pos Terbaru
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Bank BJB Karawang Berbagi Keberkahan Iduladha, Salurkan Sapi dan Domba untuk Masyarakat
- Wujud Kepedulian Sosial, Polres Karawang Gelar Jumat Berkah
- Dalih Antar Pulang Anak Mengaji, Pria diKarawang Tega Cabuli Bocah 5 Tahun






