Regional
Bantuan Guru Ngaji di Karawang Diduga Terjadi Pemotongan
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Beredarnya rumor di kalangan para guru ngaji maupun marbot terkait munculnya aksi pemotongan uang tunai bantuan dari Pemerintah daerah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Bahkan, aksi pemotongan uang tunai bantuan dari Bupati Karawang Cellica Nurachadiana itu mulai ramai di perbincanggkan para netizen melalui media sosial.
Berdasarkan hasil penelusuran dari tim redaksi Infoka, beberapa guru ngaji yang ditemui sebagai pihak narasumber membenarkan terkait rumor kurang sedap yang sedang ramai beredar di kalangan para guru ngaji terkait munculnya pemotongan bantuan tersebut.
Namun, pada beberapa nama guru ngaji selaku penerima uang tunai bantuan yang dilakunan tiap bulan Ramadhan belum sampai mengerucut pada salah satu pihak yang ditengarai sebagai sebagai pemeran utama aksi pungutan liar (pungli) tersebut.
“Kalau soal itu bukan rumor. Ya, memang ada sebagian uang guru ngaji yang diberikan sama Pemda Karawang kemarin digunakan untuk pemerataan ke guru ngaji lainnya yang tidak kebagian. Kalau siapa saja yang dapat pemerataan, silahkan.akang cari tahun sendiri,” ujar guru ngaji asal Kecamatan Remgasdengklok yang meminta agar identitasnya tidak ditulis.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karawang mengeluarkan anggaran sekitar Rp 25 miliar untuk bantuan sosial guru ngaji dan marbot masjid.
“Mulai hari ini bantuan sosial untuk para guru ngaji dan marbot masjid sudah mulai pencairan,” kata Bupati Cellica Nurrachadiana, di Karawang, Kamis.(14/4/2022).
Ia mengatakan, pencairan bantuan sosial tersebut saat ini sudah bisa dicairkan hingga sepuluh hari ke depan.
Selain guru ngaji dan marbot masjid, mereka yang mendapat bantuan sosial pada bulan Ramadhan ialah guru madrasah diniyah takmiliyah awaliyah (DTA), guru madrasa raudhatul athfal (RA), guru taman pendidikan al-Quran (TPQ), guru madrasah ibtidaiyah (MI), guru madrasah tsanawiyah (MTS), dan para amil.
Cellica menyebutkan, total anggaran bantuan sosial untuk para guru dari unsur keagamaan itu mencapai Rp 25.181.800.000, bersumber dari APBD Karawang.
Untuk rinciannya ialah sebanyak 10.000 guru ngaji yang mendapatkan Rp 1.500.000 per orang dan sebanyak 2.443 orang marbot masjid mendapatkan Rp 1.000.000 per orang.
Kemudian sebanyak 2.000 guru DTA, 400 guru RA, 1.600 guru TPQ, 800 orang Guru MI, 450 orang guru MTs dan 1.199 orang amil yang masing-masing mendapatkan Rp 1.200.000 per orang. (sgt/red)


You may like

Sambut Menteri Lingkungan Hidup, FORDAS Cilamaya Siap Jadi Mitra Kritis

Dua Arahan Tegas Kapolres Karawang, Siaga Pengamanan May Day dan Zero Pelanggaran Anggota

Sanema Tour Gelar Halal Bihalal Akbar, Reunikan Ribuan Alumni Jamaah Umrah Karawang Sejak 8 Tahun Lalu

Berawal dari Razia Helm, Satlantas Polres Karawang Ringkus Pengedar Sabu di Bundaran Ciplaz

Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
Pos-pos Terbaru
- Sambut Menteri Lingkungan Hidup, FORDAS Cilamaya Siap Jadi Mitra Kritis
- Ogah Cuma Formalitas! Sekda Muba Pasang Badan, Siap ‘Bongkar’ Anggaran 2026 Demi Rakyat
- Dua Arahan Tegas Kapolres Karawang, Siaga Pengamanan May Day dan Zero Pelanggaran Anggota
- Sanema Tour Gelar Halal Bihalal Akbar, Reunikan Ribuan Alumni Jamaah Umrah Karawang Sejak 8 Tahun Lalu
- NasDem Sumsel Siapkan Amunisi Gen z Ubah Stigma Politik Kotor Jadi Gerakan Perubahan






