Regional
Bantu Menangani 578 Anak Stunting, Pejabat di Lingkungan Pemkab Karawang Keluarkan Uang Pribadi Hingga 1 M Lebih
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang mengeluarkan uang pribadinya hingga total Rp 1 miliar lebih untuk membantu penanganan stunting.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Karawang diketahui bahwa angka stunting di Karawang sebanyak 578 anak.
Ketua Tim Percepatan Penurunan Angka Stunting (TPPAS) sekaligus Wakil Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan dalam upaya penanganan stunting itu, pihaknya menerapkan program bapak asuh anak stunting (BAAS).
Para bapak stunting ini ialah mulai dari bupati, dirinya wakil bupati dan kepala OPD (organisasi perangkat daerah) atau kepala dinas hingga camat.
“Dari 578 anak stunting ini, kami sudah bagi untuk menjadi bapak asuh. Ibu bupati dan saya, masing-masing 10 anak. Ketua OPD dan camat 10 dan 5. Kodim Karawang dan Polres 20 anak. Kurang lebih 200 anak dicover dari CSR perusahaan,” jelas Aep, Senin (8/8/2022).
Aep mengatakan bahwa bapak dan ibu asuh yang akan memberikan bantuan tiap anak sebesar Rp 450.000 per bulan selama enam bulan ke depan.
Jika dirinci, 578 anak asuh X Rp 450.000= Rp 260.100.000 X 6 bulan= 1.560.600.000 atau Rp 1,5 miliar lebih.
“Jadi ada yang OPD menjadi bapak asuh 5 anak. Ada juga yang 10 anak. Semisal seperti Aep kan 10 anak. Jadi, kirim Rp 27.000.000 untuk 6 bulan. Ibu bupati juga sama,” ujar Aep.
Aep menjelaskan, uang itu dikirimkan ke rekening Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang.
Dari Baznas disalurkan langsung ke anak tersebut, sesuai data dari yang dilaporkan Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Karawang.
Bantuan yang diberikan berupa makanan untuk memenuhi asupan gizi, susu, dan kebutuhan lainya.
“Target penurunan angka stunting dalam 6 bulan mudah-mudahan bisa selesai, ya minimal agar angka atau grafiknya berkurang,” terang Aep.
Aep menambahkan, pasca enam bulan itu akan terus dilihat perkembangan anak tersebut. Jika dirasa belum menyelesaikan seluruhnya, maka program bapak asuh itu perlu dilanjut.
“Upaya penanganan stunting melalui program bapak asuh ini juga mudah-mudahan dapat mengatasi, termasuk pascanya bagimana,” tambah Aep. (*)

You may like

Dorong Kesiapan Kerja Warga, Disnakertrans Karawang Luncurkan Platform Gratis ‘KARISMA’

Transformasi Digital: Karawang Kembali Jadi Percontohan Nasional Pilkades E-Voting di 67 Desa

Bikin Bangga! Elfian Pratama, Bocah Asli Rengasdengklok Karawang Borong Trofi Juara dan Gelar Best Player

Kondisi Gelap Gulita di Malam Hari, SMPN 3 Rengasdengklok Rawan Pembobolan dan Butuh Penerangan Jalan Umum

Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karawang Berlangsung Khidmat dan Kondusif

Pertandingan Piala Soeratin U17 PSSI Karawang 2026 Berlangsung Aman dan Kondusif
Pos-pos Terbaru
- Dorong Kesiapan Kerja Warga, Disnakertrans Karawang Luncurkan Platform Gratis ‘KARISMA’
- Transformasi Digital: Karawang Kembali Jadi Percontohan Nasional Pilkades E-Voting di 67 Desa
- Bikin Bangga! Elfian Pratama, Bocah Asli Rengasdengklok Karawang Borong Trofi Juara dan Gelar Best Player
- Kondisi Gelap Gulita di Malam Hari, SMPN 3 Rengasdengklok Rawan Pembobolan dan Butuh Penerangan Jalan Umum
- Enam Tahun Berturut-turut, AKP Hasanuddin Bahar Kembali Jadi Komandan Upacara Bendera HUT ke-81 RI di Karawang







