Connect with us

Regional

Banjir di Karawang, Selain Rumah Warga, Fasilitas dan Gedung Sekolah Rusak Terendam Air

Published

on

INFOKA.ID – Banjir yang melanda Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sejak beberapa hari terakhir yang merendam 14.340 rumah di 33 desa.

Sebagian wilayah yang terendam banjir sudah surut. Hingga Senin (22/2/2021) kemarin, banjir masih merendam 18 desa di 7 kecamatan di Karawang.

Selain rumah warga, banjir juga merendam 432 hektar sawah, 11 sekolah, dan 31 sarana ibadah. Selain itu, banjir pun merendam sejumlah kantor pemerintah, seperti Dinas Pertanian, Dinas Pangan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, KPU Karawang, dan Kecamatan Karawang Barat.

Baca juga: Kades di Rengasdengklok Minta Pemkab Karawang Lapor Tanggul Rusak ke Kementerian PUPR

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang Yasin Nasrudin mengungkapkan, hingga Senin (22/2/2021) sampai pukul 18.00 WIB sebanyak 8.737 rumah di 18 desa di 7 kecamatan masih terendam banjir.

Jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 34.642 orang dari 10.054 KK.

“Sebagian sudah surut. Saat ini warga yang masih mengungsi sebanyak 14.407 orang dari 3.330 KK,” ungkap Yasin dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Wilayah yang ketinggian airnya masih tinggi di antaranya Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Barat, Kelurahan Tanjungmekar Kecamatan Karawang Barat, dan Desa Telukbuyung serta Telukjaya Kecamatan Pakisjaya. Di wilayah tersebut ketinggian air di atas 120 cm.

Baca juga: Ini Sebab Banjir di Karawang Lebih Parah dari Sebelumnya

“Di Desa Karangligar misalnya ketinggian air 300 cm. Di Desa Telukbuyung dan Telukjaya tingginya 150 cm,” ujar Yasin.

Pada Sabtu (20/2/2021) dan Minggu (21/2/2021) lalu sejumlah akses jalan juga terendam banjir. Banjir di Karawang disebabkan meluapnya sejumlah sungai.

Di antaranya Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cikereteg, Sungai Cikalapa, Sungai Cikaranggelam, dan Sungai Cilamaya. (*)

Sumber: Kompas.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement