Regional
Atasi Kekeringan, Pemkab Cianjur Bangun Sumur Bor di Wilayah Selatan
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Pemerintah Kabupaten Cianjur membangun sejumlah sumur bor di wilayah selatan Cianjur yang terdampak kekeringan saat musim kemarau.
Untuk pendistribusian air menggunakan mobil tangki terkendala jarak dan letak geografis yang sulit dijangkau.
Bupati Kabupaten Cianjur, Herman Suherman mengatakan sejak satu pekan terakhir banyak mendapat laporan warga di sejumlah wilayah di Cianjur mulai dari wilayah timur, utara dan selatan kesulitan mendapatkan air bersih karena dampak musim kemarau.
“Kami sudah siapkan delapan titik sumur bor untuk mengatasi dampak musim kemarau khususnya di wilayah selatan yang sulit dijangkau tangki air bersih, kalau untuk wilayah kota, utara dan timur dibantu lima tangki air bersih milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur dan PMI,” katanya, Senin (4/9/2023), dikutip dari Antara.
Selain kebutuhan air bersih warga, pihaknya juga meminta Dinas Pertanian Cianjur, memberikan bantuan pompa untuk kelompok tani yang kesulitan mendapatkan air guna mengairi sawahnya, sehingga petani tidak mengalami gagal panen dan hasil produksi menurun.
Herman mengungkapkan saat ini lebih dari 18 kecamatan di Cianjur mengalami kekeringan, termasuk wilayah potensial yang selama ini menjadi lumbung padi Cianjur, namun tidak separah tahun sebelumnya karena sumber air masih ada meski debit nya berkurang.
“Agar petani tetap dapat mengairi sawahnya dibutuhkan pompa untuk menyedot air dari sungai atau saluran irigasi yang debit nya terus berkurang. Harapan kami kemarau tidak berlangsung lama dan produksi pertanian tidak sampai menurun tajam,” katanya.
Camat Tanggeung, Sofian Sauri, mengatakan delapan desa di kecamatan tersebut mengalami kekeringan sehingga warga kesulitan mendapatkan air bersih karena sumber mata air mengering, setiap hari warga harus menempuh jarak sekitar 3 kilometer untuk mendapatkan air bersih.
“Saat ini pembangunan sumur sedang ditambah agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih karena sebagian besar wilayah selatan menjadi langganan kekeringan saat musim kemarau,” katanya.
Sedangkan untuk lahan pertanian, petani di Kecamatan Tanggeung lebih memilih beralih menanam palawija sebelum masuk musim kemarau karena tidak membutuhkan banyak air, sambil menunggu masuk musim penghujan untuk menanam padi. (*)
Sumber: Antara


You may like

Sinergi PLN Bersama BPBD dan Basarnas Percepat Pemulihan Dampak Banjir di Sukabumi dan Cianjur

326 Petugas PLN UID Jabar “All Out” Pulihkan Kelistrikan di Sukabumi dan Cianjur

Cegah Kekeringan, Pemkab Karawang Ajukan Penambahan Ratusan Bantuan Pompa Air untuk Petani ke Pemerintah Pusat

50 Anggota DPRD Cianjur Terpilih Dilantik Hari Ini

Operasi KRYD, Polres Cianjur Amankan 624 Knalpot Brong dan 234 Botol Miras

Pemprov Jabar Lakukan Langkah Mitigasi Atasi Potensi Bencana Kekeringan
Pos-pos Terbaru
- MAXUS Perkuat Akses dan Jangkauan Layanan di Cikarang, Bidik Kebutuhan Mobilitas Kawasan Industri
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir






