Regional
Atalia Praratya Minta Perempuan Korban KDRT Berani Melapor dan Melawan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Bunda Forum Anak Daerah Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil meminta agar perempuan korban kekerasan, termasuk kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, berani melapor dan melawan.
Menurutnya kekerasan adalah kekerasan, katanya, bukan aib yang harus ditutup-tutupi.
“Sesuatu yang dianggap aib untuk disampaikan jadi membuat mereka malu untuk menyampaikannya, tapi penting untuk kita sampaikan bahwa kekerasan adalah kekerasan apapun bentuknya,” katanya dalam acara Jabar Punya Informasi di Gedung Sate, Rabu (9/2/2022).
Dia mengatakan masih ada tindakan kekerasan yang kerap tidak disadari sebagai kekerasan atau dianggap lazim dilakukan. Kondisi tersebut bisa terjadi terlebih di dalam kultur patriarki.
Atalia beranggapan bahwa mungkin bukan hal yang mudah bagi korban untuk membicarakan dan berbagi pengalaman pahitnya. Oleh karenanya, memang perlu mendapat dukungan dari sekitar.
Agar korban berani bicara, katanya, masyarakat dan keluarga terdekat harus terbuka seperti tidak terjebak untuk menghakimi. Ketika korban sudah berani bicara, maka keluarga dan masyarakat juga bertanggung jawab untuk berani berpihak dan membela korban.
“Mencoba membuka diri agar korban tidak takut dulu, berani untuk melapor,” katanya.
Menurut Atalia, terkait pelaporan kasus, korban kekerasan boleh saja tidak langsung melaporkannya kepada lembaga pemeritahan maupun lembaga masyarakat, tapi bisa dimulai dengan berani menceritakan kepada orang terdekat yang dapat dipercaya.
“Misalnya di keluarga nih ada cekcok antara suami dan istri maka melaporkan kepada siapa? Bisa melapor kepada orang terdekat seperti orang tua,” katanya.
Harapannya, dengan berani bicara dan melawan, kekerasan yang terjadi tidak terus berkepanjangan dan tidak semakin memburuk. Korban bisa mendapatkan perlindungan sesegera mungkin.
“Harus bicara, karena kalau tidak bicara ini akan berulang. Khawatirnya akan semakin fatal akibatnya,” katanya.
“Perempuan, anak, disabilitas, lansia ketika kekerasan terjadi mengancam secara fisik maupun mental maka harus bisa speak-up, berani melapor bahkan berani melawan kalau itu memang sangat berkaitan dengan terancamnya jiwa,” katanya lagi. (*)
Sumber: Suara.com

You may like

Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar

Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026

Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan

Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan

Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa

Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
Pos-pos Terbaru
- Bupati : CSR Perusahaan Karawang Capai Rp 58 Miliar
- Karawang Raih CNN Indonesia Award 2026
- Tiga Pelajar Terluka dalam Insiden di Jembatan Layang Cikampek, Polsek Cikampek Lakukan Penyelidikan
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa






