Connect with us

Regional

Askun: Proses Seleksi Pergantian Direksi PDAM Karawang, Sembrono!

Published

on

KARAWANG – Tidak adanya transparansi dalam proses seleksi pergantian Direksi PDAM dianggap sembrono dan bobrok. Terlebih perusahaan ini sifatnya BUMD, semua harus ada keterbukaan apa saja syarat menjadi Direksi PDAM, maka para calon kandidat harus terlihat oleh publik.

Demikian ungkap Pemerhati Kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Asep Agustian, Senin (30/1/2023).

“Jangan sampai umur lewat lagi dan latar belakang, jangan terkesan buru-buru, ini sudah benar apa belum,” ujar Askun (Asep Kuncir) sapaan akrabnya kepada awak media.

Askun menambahkan, wajar jika DPRD mempertanyakan hal ini karena dilibatkan atau tidak Wakil Rakyat wajib mengetahui, jangan sampai hanya syarat dengan kepentingan politik di tahun 2024 mendatang.

“Ketika muncul kategori apa, apakah orang Karawang, atau lagi-lagi ngambil dari luar. Sampai saat ini juga tidak terlihat hasilnya, jangan hanya meminta anggaran nanti, terlihat dari pelanggan banyak keluhan, karena sampai saat ini tidak ada kompetitor,” jelasnya.

Masih Askun menambahkan, konsumen hanya perlu pelayanan dan air bersih, kalau bisa sampai airnya bisa diminum. Bahkan kalau ada kompetitor swasta, mungkin sudah pindah ke swasta yang sudah pasti bagus manajemennya.

“Saya juga minta kepada penegak hukum, khususnya Kejaksaan Karawang, sampai saat ini ada banyak perbuatan yang dilakukan, kenapa sampai sekarang tidak ada produknya, apa sudah benar manajemen dan manajerialnya dan kenyataannya pada saat ini seperti ini,” terangnya.

Askun menambahkan, kenapa tidak terbuka terkait seleksi, calonnya siapa saja juga harus jelas, jangan terlihat tidak profesional dan proporsional. Kemudian Dewan Pengawas (Dewas) kemana tugasnya.

“Terus kan harusnya juga nanti ada PLT karena di Februari ini kan masanya sudah habis, atau tidak mau PLT-nya Dewas karena tidak layak jadi PLT,” pungkasnya. (cho)