Regional
Antisipasi Lonjakan, Pemprov Jabar Siapkan Strategi Penanganan Mudik Lebaran 2022
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menjelang Bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan strategi penanganan kegiatan mudik Lebaran Tahun 1443 H. Hal itu menyusul prediksi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan terjadi lonjakan sebesar 22 persen di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, A Koswara menyatakan, sejalan dengan hasil analisis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), jumlah pemudik di Jabar akan mengalami lonjakan. Kemenhub sendiri, kata Koswara, memprediksi lonjakan sebesar 22 persen di seluruh Indonesia.
Dia mengatakan bahwa pemerintah provinsi antara lain mempersiapkan pemenuhan kebutuhan sarana transportasi serta upaya pengamanan transportasi warga yang hendak pulang ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri.
Selain itu, ia melanjutkan, Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Kepolisian Daerah merancang pengaturan lalu lintas kendaraan pada masa mudik.
“Kami merancang bagaimana berlalu lintas waktu mudik aman, lancar,” kata dia, dilansir Antara.
Pemerintah provinsi, ia mengatakan, juga menyiapkan strategi komunikasi dan publikasi untuk menyampaikan informasi mengenai pelayanan mudik kepada warga.
Koswara mengatakan bahwa pemerintah provinsi fokus menangani tiga aspek pada masa mudik, yakni lalu lintas kendaraan, penyediaan sarana transportasi, dan publikasi layanan mudik.
Guna mengatasi masalah lalu lintas selama masa mudik, pemerintah provinsi menyiapkan informasi mengenai jalur mudik dan lalu lintas kendaraan, jalur alternatif, manajemen rekayasa lalu lintas di titik prioritas, pelayanan di area rehat, dan siasat meningkatkan keselamatan dalam berlalu lintas.
“Dishub Jabar sudah menyiapkan 18 posko mudik yang bakal dibangun di beberapa wilayah. Kemudian, untuk kabupaten dan kota akan ada 125 posko mudik,” katanya.
Dalam penyediaan sarana transportasi, pemerintah provinsi mempersiapkan sosialisasi informasi layanan angkutan serta pelaksanaan pengawasan tarif angkutan dan pengawasan keselamatan angkutan.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan rencana publikasi informasi mengenai mudik melalui platform-platform yang sudah ada serta kerja sama dengan media massa mitra.
Koswara mengemukakan tantangan baru yang muncul pada masa mudik tahun ini. Menurut dia, pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat tahun ini bisa menyebabkan lonjakan pemudik.
“Setelah dua tahun tertunda, masyarakat yang melaksanakan perjalanan mudik tahun ini diperkirakan akan meningkat,” katanya.
Ia mengatakan bahwa pada Lebaran tahun ini jumlah warga yang mudik diperkirakan sekitar 55 juta dan sekitar 22 persen di antaranya di Jawa dan Bali. (*)
Sumber: Antara


You may like

Antisipasi Kepadatan, Jasa Marga Siapkan Jalur Fungsional Tol Japek-2 Selatan

Pemudik Diharap Hati-hati, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Jalur Mudik di Purwakarta

Pemudik Sepeda Motor Padati Jalur Arteri Karawang

17 Bus Mudik Gratis di Karawang Dilepas Langsung Forkopimda

Menhub Prediksi Sekitar 71,7 Persen Masyarakat Indonesia Lakukan Mudik Lebaran

Pengamanan Idul Fitri 1445 H, Polres Karawang Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2024
Pos-pos Terbaru
- PHE ONWJ Bergerak Cepat Respons Laporan Nelayan Soal Gelembung di Perairan Karawang​
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS






