Connect with us

Regional

Aksi Serentak Peduli Sampah Yayasan Assolahiyah Dalam Peringatan World Clean Up Day

Published

on

KARAWANG – Peringatan World Clean Up Day atau hari bersih-bersih sedunia setiap bulan September, dimanfaatkan Yayasan Assolahiyah dalam menggelar aksi lingkungan edukasi dan kampanye peduli sampah kepada peserta didik dan masyarakat dengan melakukan bersih-bersih Sungai Pasirjaya, Kamis (21/9/2023).

Bekerja sama dengan mahasiswa KKN UNSIKA Desa Pasirjaya, peserta didik dari PKBM Assolahiyah melakukan giat bersih-bersih menyusur sungai sepanjang Desa Pasirjaya.

Pengelola Yayasan Assolahiyah, Siti Marini mengingatkan akan pentingnya kesadaran untuk menjaga sungai agar tetap bersih dari sampah.

Kegiatan aksi lingkungan juga dilakukan oleh lembaga lain dibawah Yayasan assolahiyah yaitu SMPI Alfirdaus, TK dan PAUD Al-firdaus serta PAUD Al-Bayan yang tersebar di berbeda desa yaitu Muktijaya dan Tegalurung.

“Aksi mereka serentak bersihkan jalan dan lingkungan sekitar sekolah. Bahkan siswa TK Alfirdaus mendatangi rumah penduduk untuk mengajak warga turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak buang sampah ke jalan dan ikut menabung sampah di bank sampah sekolah al-firdaus,” kata Siti Marini.

Menurut Rini, kurikulum muatan lokal pengelolaan sampah yang diterapkan oleh Lembaga dibawah Assolahiyah ini memang konsisten dijalankan sejak tahun 2017. Dan sampai saat ini sedang gencar untuk bisa di replikasi dan di desiminasikan di semua Lembaga di kabupaten Karawang melalui pendekatan pendirian bank sampah sekolah.

“Sudah ada 15 sekolah di dua kecamatan yang mendirikan bank sampah sekolah yang menginduk k bank sampah binaan Yayasan Assolahiyah. Upaya-upaya kami dalam menyebarkan kepedulian terhadap lingkungan terutama peduli sampah akan terus digalakkan,” tegasnya.

Sementara itu, tutor PKBM Assolahiyah, Samsudin terkait visi misi yayasan Assolahiyah diakuinya sangat baik dalam memberikan edukasi kepada para peserta didik.

“Kami segenap pendidik dan tenaga pendidik di yayasan assolahiyah mendukung penuh dengan visi misi yayasan,” ujar Samsudin.

“Di PKBM kami mengajarkan siswa bisa mengelola limbah kain dari sisa produksi konveksi, diantaranya menjadi aksesoris, pembuatan pembalut kain dan popok kain untuk mengurangi produksi sampah juga akan menjadi fokus kewirausahaan peserta didik. Disamping pemanfaatan limbah kain juga efeknya bisa mengurangi sampah, itu intinya,” tambahnya. (adv)