Connect with us

Regional

Akibat Pergerakan Tanah, Tiga Rumah Warga di Cisolok Sukabumi Ambruk

Published

on

INFOKA.ID – Akibat pergerakan tanah, rumah warga di Kampung Cipanas RT 06 RW 02 Desa Wangunsari, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ambruk. Peristiwa ambruknya rumah warga terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, Rabu (10/11/2021) malam.

Dilansir dari TribunJabar.id, rumah ambruk ini milik Rohim. Terdapat juga rumah lain milik Turgandi (54) juga terancam. Pondasi rumahnya mengalami retakan cukup parah.

Turgandi mengatakan, awal retakan terjadi sejak adanya pengerukan proyek yang ada di bawah pemukiman.

“Menurut saya ini dampaknya ada pengerukan itu saja objek wisata yang dikeruk itu, dari dulu belum pernah ada terjadi seperti ini, baru pertama kali ini. Bapak di sini sudah selama 35 tahunan belum pernah ada, awal dulu ada retakan kecil, terus merembet ke atas,” ujarnya, Jumat (12/11/2021).

“Langsung ada retakan lagi ke jalan-jalan semua sampai ada retakan kecil juga di rumah, gak lama kelamaan hari demi hari itu makin membesar, hasilnya ya ambruk lah yang sebelah itu,” jelasnya.

Ia mengaku tidak tenang dan mau mencari kontrakan untuk mengungsi. Ia mengatakan, dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dinas Pariwisata dan BPBD sudah lakukan pengecekan pada Kamis (11/11/2021) kemarin.

“Bapak udah gak tenang di rumah sebenarnya, saya ini berarti hari ini juga mau cari kontrakan juga untuk mengungsi, daripada nanti kita terjadi apa-apa di sini malam, kan sekarang menghadap musim hujan. Bener-bener di sini bapak udah khawatir banget, udah gak mau lagi ngehuni rumah,” katanya.

“Kemarin ada pemantauan ke sini yang dari Dinas Pariwisata terus PVMBG, terus dari BPBD, katanya sih menunggu hasilnya seminggu atau dua minggu, kalau menurut PVMBG ini faktor alam katanya, tadinya gak mau membaca ke bawah asalnya (pengerukan proyek, red),” ucapnya.

“Tapi kan kata bapak ini bukan karena faktor alam tapi karena itu pengerukan, misalkan itu gak dikeruk kalau misalkan terjadi apa-apa ini saya gak bisa ngomong karena gak ada apa-apa soalnya itu bapak percaya karena faktor alam,” ujarnya.

Ia mengaku belum bisa memprediksi kerugian kerusakan rumahnya.

Namun, ia berharap dari pemerintah segera ada upaya.

“Kurang tahu juga sih soalnya belum bisa menghitung kedalamannya, keretakannya sampai dimana. Kalau harapan saya sih maunya ini kan dibayar aja sesuai, udah pindah aja,” kata Turgandi. (*)

Sumber: TribunJabar.id