Regional
Dishub Jabar Siapkan 338 Titik Penyekatan Untuk Antisipasi Pemudik
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dishub Jabar mengantisipasi gelombang pemudik dengan menyiapkan 338 titik penyekatan. Selain itu, Dishub juga menyiapkan tujuh posko penyekatan utama, dengan posko pantau utama di Nagreg, Kabupaten Bandung.
“Posko penyekatan ini angkanya bisa berkembang, kita akan selalu koordinasi ini dengan polisi. Untuk Jabar sendiri akan ada tujuh posko, posko utama di Nagreg dan sisa posko ini dikoordinasikan akan menyekat arus pemudik lintas provinsi,” ujar Kabid Perhubungan Transportasi Darat Dishub Jabar Iskandar, Kamis (8/4/2021).
Dilansir dari Detikcom, dalam posko penyekatan, Dishub Jabar akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat untuk melakukan tes acak.
“Tidak hanya untuk angkutan umum, tapi semua ini nanti ada kriterianya,” ucap Iskandar.
Kepala Dishub Jabar Hery Antasari mengatakan berdasarkan kajian yang dilakukan Kemenhub Jawa Barat masuk ke dalam tujuan pemudik Jabodetabek kedua terbesar dengan perkiraan 6 juta orang. Sementara tujuan mudik paling banyak dari Jabodetabek ialah Jawa Tengah dengan perkiraan 12 juta orang.
“Kita koordinasi dengan satgas dan dishub setempat. Satgas yang bertanggung jawab dengan instansi lain di luar dishub, kan ada konteks kesehatan, konteks pengendalian itu yang akan kita koordinasikan agar kota dan kabupaten bisa siap, karena di sana ada angkanya juga, survei berapa persen yang masuk ke kabupaten-kota,” ujar Hery.
Sementara itu, jumlah pemudik dari Jawa Barat rata-rata paling banyak berasal dari Kota Bandung dan sekitarnya, Bogor, Kuningan, Cirebon, Garut, dan Sukabumi.
“Setiap kota dan kabupaten harus aware dengan data-data ini,” katanya.
Selain menyekat pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, Dishub juga akan melakukan pengawasan ketat bagi beroperasinya angkutan ilegal atau pemudik yang masuk ke dalam jalur tikus.
“Yang kita dan Kemenhub khawatirkan dan Kemenhub dalam berbagai rakor, masukkan dari teman-teman Organda dan PO demikian, jangan sampai kita ikuti aturan tapi yang ilegal dibiarkan, kendaraan pribadi yang masuk lewat jalan tikus dibiarkan itu juga jadi concern kita, kita dan kepolisian juga ada run off-nya soal penyekatan, sama plus dengan titik kebocoran di tahun-tahun lalu,” tutur Hery. (*)


You may like

Polresta Karawang Hadiri Apel Besar Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393

Disdikbud Karawang Pacu Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Tiga SMP Baru

Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik

Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola

Polresta Karawang Imbau Suporter Persib Tak Berangkat ke Jakarta, Minta Nonton di Rumah atau Lokasi Nobar

Polresta Karawang Perkuat Keselamatan Ojol Kamtibmas Lewat Safety Riding dan PPGD
Pos-pos Terbaru
- Polresta Karawang Hadiri Apel Besar Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-393
- Peringati Hari Jadi Karawang ke-393, Disdikbud Dorong Inovasi Daerah
- Disdikbud Karawang Pacu Pemerataan Akses Pendidikan Lewat Pembangunan Tiga SMP Baru
- Polresta Karawang Gelar Sertijab Kapolsek Jajaran, Kombes Pol Mario Prahatinto Tegaskan Penguatan Pelayanan Publik
- Pastikan Wilayah Penyangga Ibu Kota Kondusif, Kapolresta Karawang Bersama Karo Ops Polda Jabar Pimpin Pengamanan Suporter Bola





