Connect with us

Regional

Resmi Dilantik! Pordibya Sumsel Siap Lahirkan Generasi Juara dan Jadi “Rumah Bersama” Para Atlet

Published

on


PALEMBANG — Babak baru olahraga bela diri di Bumi Sriwijaya resmi dimulai! Kepengurusan baru Persatuan Olahraga Beladiri Indonesia (Pordibya) Sumatera Selatan periode 2026–2030 baru saja dikukuhkan lewat acara pelantikan meriah yang digelar di Aula Universitas Kader Bangsa (UKB) Palembang, Sabtu (19/9/2026).

​Mengusung tema “Bersama Membangun Prestasi Pordibya Sumatera Selatan”, pelantikan ini bukan sekadar seremoni serah terima jabatan, melainkan loncatan awal untuk membakar semangat baru di tubuh organisasi.
​Nahkoda baru Pordibya Sumsel, Dr. Ferroka P.W., B.Eng., M.Kes., menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah besar yang harus dibayar lunas dengan kerja nyata, bukan sekadar angan-angan.

​”Ketika saya dilantik hari ini, ada harapan besar agar organisasi ini dapat berjalan dengan baik. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, dengan membangkitkan Pordibya Sumsel yang unggul dan berprestasi,” ujar Dr. Ferroka penuh semangat.

​Bukan orang sembarangan, Dr. Ferroka ternyata sudah makan asam garam lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia karate. Perjalanan panjang penuh keringat, pengorbanan, serta jatuh bangun membangun perguruan menjadi modal utamanya.

Meski demikian, ia sadar betul bahwa kejayaan Pordibya Sumsel mustahil digapai seorang diri. Ia mengajak seluruh elemen untuk bahu-membahu menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran.

​Pesan Ketum Pusat: Karakter dan Integritas Nomor Satu!
​Sementara itu, Ketua Umum PP PORDIBYA, Laksamana TNI (Purn) Dr. I Wayan Warka, M.M., yang hadir langsung memberikan restu dan arahan, mengingatkan bahwa mengurus organisasi adalah bentuk kerja sosial yang menuntut kesabaran tingkat tinggi serta keikhlasan luar biasa.

​Ia juga berpesan agar para pengurus serius menepati janji program kerja yang dicanangkan. Tak lupa, ia mengingatkan bahwa seni bela diri bukan cuma soal jurus maut atau menang bertanding, tapi tentang membentuk mental baja.

​”Seorang karateka harus terbiasa menjaga jati diri yang berintegritas, tangguh, dan memiliki karakter kuat,” tegasnya di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

​Susunan kepengurusan periode ini juga diperkuat oleh tokoh-tokoh penting lainnya, seperti Kandidat Drs. R. Barunasto, KDG selaku Ahli Waris, serta Adhy Guna sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Pordibya Sumsel.

​Tiga Jurus Utama Pordibya Sumsel Menuju Puncak
​Demi menancapkan taringnya di kancah olahraga nasional, kepengurusan baru ini telah mematok tiga fokus utama ke depan:

​Pabrik Juara: Melahirkan atlet-atlet bela diri berkualitas super yang siap bersaing dan mengharumkan nama Sumatera Selatan di panggung nasional.

​Konsolidasi Total: Mempererat barisan dengan merangkul seluruh pihak di lingkungan Pordibya tanpa terkecuali.

​Rumah Bersama: Menjadikan Pordibya Sumsel sebagai markas yang nyaman, hangat, dan membakar semangat para anggota untuk terus berlatih dan berkembang.

​Dengan energi baru, susunan pengurus yang solid, dan komitmen baja, Pordibya Sumsel 2026–2030 siap menggebrak dan mencetak sejarah baru di dunia olahraga bela diri! (Syaiful Jabrig)