Regional
3 Bulan Ditutup, Jalur Pendakian Gunung Gede-Pangrango Kembali Dibuka
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP), Cianjur, Jawa Barat, membuka kembali jalur pendakian dan kegiatan wisata alam untuk umum setelah hampir tiga bulan ditutup.
Sekedar untuk diketahui, pihak pengelola menutup jalur pendakian dan kawasan wisata TNGGP hampir tiga bulan, pasca terjadinya gempa bumi Cianjur magnitodo 5.6.
Humas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Agus Deni, mengatakan pembukaan kembali pendakian didasarkan pada surat edaran atau SE.02/BBTNGGP/Tek.2/02/2023 tentang Pembukaan Kegiatan Pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
“Meski jalur pendaki sudah mulai dibuka kembali, namun para pendaki diminta waspada terhadap retakan di jalur pendakian akibat gempa dan cuaca ekstrem,” katanya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (10/2/2023).
Namun, kata Agus pendaki diminta waspada terhadap retakan di jalur pendakian akibat gempa dan cuaca ekstrem.
Sebelumnya, lanjut dia, jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango hampir selama tiga bulan berdasarkan hasil pemantauan lapangan oleh petugas pascagempa bumi Cianjur dan laporan final Geohazard Gunung Gede Pangrango oleh Tim Ahli Geologi.
“Merujuk pada pemantauan lapangan oleh petugas pascagempa bumi Cianjur dan laporan final, sehingga dimungkinkan untuk aktivitas pendakian dengan penuh kehati-hatian,” katanya.
Agus mengungkapkan gempa Cianjur beberapa waktu lalu menyebabkan terjadinya retakan di beberapa titik jalur pendaki. Namun petugas sudah memasang tanda imbauan agar para pendaki tetap aman.
“Ada beberapa retakan, baik di jalur pendakian ataupun di lokasi alun-alun. Tidak ada perlakuan atau penanganan khusus, tapi sudah di kasih tanda imbauan,” katanya.
Selain itu, pendaki juga diminta untuk tetap berhati-hati dan waspada dengan cuaca ekstrem. Pasalnya belakangan ini angin kencang melanda Cianjur.
“Iya ada juga imbauan agar pendaki selalu berhati-hati dan waspada akan cuaca yang tidak menentu,” ucapnya.
Sebelumnya, pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup karena terjadi retakan dan longsoran pasca gempa berkekuatan 5,6 magnitudo yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Ditemukan jika di jalur pendakian via Cibodas terdapat dua titik longsoran di sekitaran Cisalada dengan lebar 10 meter dan panjang 10 meter. Selain itu terdapat retakan di Puncak Gede tepatnya di geger bibir kawah.
Sementara itu di Jalur pendakian via Gunung Putri ditemukan retakan sepanjang 7 meter di blok Romusa dan longsoran dengan lebar 8 meter serta tinggi 3 meter di blok Tanah Merah. (*)

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






