Regional
Jutaan Ekor Ikan Air di Waduk Jatiluhur Purwakarta Mati Akibat Cuaca Buruk
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Jutaan ekor ikan air tawar di keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta mati akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Para petani KJA di waduk terbesar di Indonesia ini merugi hingga ratusan juta rupiah.
Kematian massal ikan air tawar ini paling besar terjadi di zona V, wilayah Pasir Kole dan Pasirlaya, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani dan Desa Kitamanah, Kecamatan Sukasari.
Kadar oksigen berkurang di dalam air dan minimnya cahaya matahari selama sepekan terakhir membuat air menjadi dingin. Kondisi ini membuat arus air dari dasar waduk naik dan juga sebaliknya, yang disebut Up-welling atau Umbalan.
Fenomena ini adalah pembalikan masa air, karena adanya perbedaan kerapatan (berat jenis) akibat perbedaan suhu air di antaranya kedua lapisan kolom air.
“Air berubah menjadi dingin akibat cuaca buruk, akibatnya ikan pada mati semua. Insiden ini mulai terjadi Minggu malam kemarin,” ungkap salah satu pemilik kolam ikan, Nono Supriatna, Senin (2/1/2022).
Nono mengatakan, mati massal ikan ini sudah terdeteksi sejak dua hari lalu, ikan berenang dan mengap-mengap di permukaan air, kemudian tidak lama ikan mengambang dan mati.
Ia mengatakan, para petani KJA tidak mengira cuaca buruk akan terjadi lebih cepat. Biasanya cuaca buruk akan terjadi pada Februari 2023. Karena itu sebagian besar petani menanam benih pada November 2022.
“Karena udah tanggung, udah masuk benih di sekitar bulan Oktober. Biasanya kan di bulan dua (Februari) cuaca buruk,” katanya.
Ia mengaku sekitar 18 ton ikan di kolam jaring apung miliknya mati semua, ikan usia tanam sekitar 1-2 bulan dibiarkan dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Akibat kejadian ini, Nono mengalami kerugian mencapai Rp 400 juta setelah 18 ton ikan mati.
“Sebagian petani mengevakuasi ikan mati di kolam masing-masing,” ujarnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan

Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI

Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas

Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini

Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
Pos-pos Terbaru
- PT Pindo Deli 2 Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Kimia di Karawang: Dipicu Kaporit Terkena Air Hujan
- Imigrasi Karawang Resmikan Beranda Imigrasi, Cegah TPPO dan Tingkatkan Pelayanan bagi CPMI
- Diduga Keracunan Gas PT Pindo Deli 2, Puluhan Warga Karawang Dievakuasi karena Sesak Napas
- Brus, Kepala KUA Telagasari Ingatkan Siswi SMA IT Insan Harapan Potensi Negatif Pernikahan Dini
- Pilkades Serentak Karawang 2026: Pemkab Keluarkan Instruksi Tegas Netralitas Kades hingga BPD






