Regional
Jutaan Ekor Ikan Air di Waduk Jatiluhur Purwakarta Mati Akibat Cuaca Buruk
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Jutaan ekor ikan air tawar di keramba jaring apung (KJA) Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta mati akibat cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut. Para petani KJA di waduk terbesar di Indonesia ini merugi hingga ratusan juta rupiah.
Kematian massal ikan air tawar ini paling besar terjadi di zona V, wilayah Pasir Kole dan Pasirlaya, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani dan Desa Kitamanah, Kecamatan Sukasari.
Kadar oksigen berkurang di dalam air dan minimnya cahaya matahari selama sepekan terakhir membuat air menjadi dingin. Kondisi ini membuat arus air dari dasar waduk naik dan juga sebaliknya, yang disebut Up-welling atau Umbalan.
Fenomena ini adalah pembalikan masa air, karena adanya perbedaan kerapatan (berat jenis) akibat perbedaan suhu air di antaranya kedua lapisan kolom air.
“Air berubah menjadi dingin akibat cuaca buruk, akibatnya ikan pada mati semua. Insiden ini mulai terjadi Minggu malam kemarin,” ungkap salah satu pemilik kolam ikan, Nono Supriatna, Senin (2/1/2022).
Nono mengatakan, mati massal ikan ini sudah terdeteksi sejak dua hari lalu, ikan berenang dan mengap-mengap di permukaan air, kemudian tidak lama ikan mengambang dan mati.
Ia mengatakan, para petani KJA tidak mengira cuaca buruk akan terjadi lebih cepat. Biasanya cuaca buruk akan terjadi pada Februari 2023. Karena itu sebagian besar petani menanam benih pada November 2022.
“Karena udah tanggung, udah masuk benih di sekitar bulan Oktober. Biasanya kan di bulan dua (Februari) cuaca buruk,” katanya.
Ia mengaku sekitar 18 ton ikan di kolam jaring apung miliknya mati semua, ikan usia tanam sekitar 1-2 bulan dibiarkan dan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Akibat kejadian ini, Nono mengalami kerugian mencapai Rp 400 juta setelah 18 ton ikan mati.
“Sebagian petani mengevakuasi ikan mati di kolam masing-masing,” ujarnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC

Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS

Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan

Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang

Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern

12.508 Peserta Ikuti UTBK SNBT 2026 di Universitas Singaperbangsa Karawang
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






