Nasional
Ramai Beredar Info Tawaran Adopsi Anak Korban Gempa Cianjur, Ini Kata Kemensos
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Beredar luas di media sosial informasi mengenai adopsi bayi hingga anak-anak korban gempa Cianjur.
Dalam postingaan tersebut, diperlihatkan sejumlah bayi yang diduga berada di posko gempa Cianjur. Lalu, diberi keterangan yang menyebutkan bahwa bayi-bayi itu boleh diadopsi lantaran orang tua mereka meninggal dunia. Yang berminat mengadopsi diperkenankan langsung datang ke RSUD Sayang Cianjur.
Pada status tersebut, mereka juga mencantumkan narahubung untuk nantinya memproses adopsi sang bayi bagi warga yang berminat.
Namun, informasi tersebut dibantah RSUD Sayang Cianjur. Pihak rumah sakit mengatakan, bayi-bayi itu merupakan pasien yang dirawat dan sudah dibawa pulang.
Kemensos juga mewanti-wanti masyarakat agar tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya.
Masyarakat diimbau tidak mengangkat anak/adopsi tanpa prosedur sah. Jika menemukan anak korban gempa yang hilang atau terpisah, Sekjen Kemensos Harry Hikmat menekankan agar masyarakat melapor.
”Bisa melalui Command Center 171 atau dinsos setempat,” ujarnya.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga angkat suara terkait penawaran adopsi anak.
Deputi Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar menegaskan, adopsi anak langsung dari tempat-tempat pengungsian bukan hal yang dibenarkan. Sebab, praktik adopsi harus sesuai dengan peraturan.
”Tidak boleh langsung. Harus sesuai aturan perundang-undangan karena takut proses adopsinya ilegal,” ungkapnya.
Dikhawatirkan, lanjut dia, anak justru menjadi korban human trafficking atau perdagangan anak oleh pihak tak bertanggung jawab. Karena itu, dia mewanti-wanti agar adopsi dilakukan secara sah sesuai ketentuan hukum.
Lilis Karlina (20), menjadi salah satu warga yang berminat untuk mengadopsi anak sebatang kara tersebut. Ia juga menerima informasi ini dari media sosial.
“Memang banyak banget informasi soal adopsi dari status WhatsApp, status Facebook. Lalu, aku bilang ke grup WhatsApp, kalau ada anak bayi yang perlu diadopsi dan orang tuanya sudah meninggal, boleh hubungi aku. Insyaallah aku sama keluarga bakal ngerawat. Kasihan, mereka masih kecil-kecil,” kata Lilis, Kamis (24/11/2022) kemarin.
Namun, warga yang tinggal di Kecamatan Cikalongwetan, Cianjur ini meragukan validitas informasi soal adopsi yang beredar di media sosial tersebut.
Karenanya, Lilis ingin turun langsung ke lokasi terdampak di Cugenang untuk mencari anak-anak yang memang tak lagi memiliki orang tua karena meninggal dunia akibat gempa tersebut.
“Aku kan memang belum ke lokasi. Jadi, nanti aku mau turun langsung ke posko-posko pengungsian untuk ngasih bantuan, sekaligus mau lihat-lihat. Siapa tahu memang banyak anak yang butuh diadopsi,” urainya. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






