Nasional
Polri Sebut Penyebab Kematian Suporter Arema Bukan Gas Air Mata, Tapi Oksigen
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Polri menyebutkan kematian ratusan suporter Arema atau Aremania ini bukan disebabkan penembakan gas air mata tapi karena terinjak-injak di empat pintu keluar stadion dan kekurangan oksigen.
Karena desak-desakan dan terinjak-injak inilah menjadi penyebab utama para korban kekurangan oksigen sehingga banyaknya korban berjatuhan.
“Dari penjelasan para ahli dokter spesialis yang menangani, satupun tidak ada yang menyebutkan penyebab kematiam gas air mata. Tapi penyebabnya kekurangan oksigen,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (10/101/2022).
Dedi mengaku sudah mendengar penjelasan sejumlah dokter spesialis yang menangani korban suporter Arema. Terkait penyebab kematiannya ternyata bukan gas air mata.
Dedi menjelaskan kondisi kekurangan oksigen bukan karena gas air mata. Dedi juga mempersilahkan informasi ini dikonfirmasi ke Direktur RS Saiful Anwar Malang.
Jenderal bintang dua ini juga menuturkan, dampak dari gas air mata itu hanya menyebabkan ras perih pada mata dan kulit.
Namun rasa perih itu seperti perih ketika terkena sabun pada mata, akan tetapi rasa perihnya tidak akan berlangsung lama.
“Dokter spesialis mata menyebutkan ketika kena pada mata. Memang tidak iritasi sama hal ketika kita kena air sabun,” ujarnya.
“Terjadi perih beberapa waktu tapi bisa langsung sembuh. Dan tidak menyebablan kerusakan yang fatal,” tuturnya lagi.
Tak hanya, kata Dedi, dari berapa temuan dan jurnal tidak pernah ada kejadian seseorang meninggal dunia karena disebabkan tembakan gas air mata.
“Beberapa jurnal dan temuan tidak ada yang meninggal karena gas air mata,” ujarnya.
Karena itu Dedi menyimpulkan, kebanyakan korban yang meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan Malang itu karena desak-desakan di pintu keluar nomor 13, 11, 14 dan 3.
Karena suporter yang desak-desakan itu tak bisa diurai sehingga menyebabkan terinjak-injakkan sesama suporter.
“Terjadi desak-desakan, terinjak injak, bertumpuk- tumpukan pintu keluar nomor 13, 11, 14 dan 3 yang mengakibatkan kekurangan oksigen,” ujar Dedi. (*)


You may like

Polri Didorong Perkuat Pengawasan Alih Fungsi Lahan Sawah demi Ketahanan Pangan

Bulog dan Polri Gelar Pasar Murah di Karawang dan Bekasi, Stabilkan Harga Pangan

Apdesi Karawang Dukung Polri Tetap di Bawah Presiden, Ini Alasannya

Bagaimana Aturan Polisi Aktif Duduki Jabatan Sipil Berdasarkan Undang-Undang?

PBHI Nilai Penempatan Anggota Polri di Luar Institusi Sah Asal Sesuai Tupoksi

MK Larang Polisi Aktif Jadi Pejabat Sipil, Margarito Kamis: UU Masih Membolehkan!
Pos-pos Terbaru
- Polresta Karawang Bersama TNI dan BPBD Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Jelang Pilkades Serentak, 21 Desa Rampungkan Temuan LHP Akhir Masa Jabatan Kades
- Tingkatkan Sinergi P4GN, BNNK Karawang Audiensi ke Lapas Karawang
- Imigrasi Karawang Gandeng Enam Desa, Teken Kerjasama Cegah Perdagangan Orang
- Polri Didorong Perkuat Pengawasan Alih Fungsi Lahan Sawah demi Ketahanan Pangan






