Connect with us

Regional

100 Tenaga Kesehatan Akan Divaksin Covid-19 Setiap Hari di RSUD Karawang

Published

on

INFOKA.ID – Pelaksanaan vaksinasi untuk tenaga medis di RSUD Karawang telah dilaksanakan sejak Senin 1 Februari. Sebanyak 100 tenaga medis di RSUD Karawang telah menjalani vaksinasi perdana.

Hal itu disampaikan langsung oleh Juru bicara Satuan Tugas percepatan penanganan Covid-19 Karawang, dr. Fitra Hergyana.

Vaksinasi kepada tenaga medis di RSUD diharapkan memberikan semangat para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19. “Seperti kita ketahui bersama RSUD banyak merawat pasien dengan gejala,” ujar Fitra.

Fitra menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi di RSUD berjalan dua tahap. Untuk tahap pertama dilaksanakan sejak 1 Februari hingga 12 Februari 2021.

“Target vaksin untuk RSUD sebanyak 1.118 orang. Insya Allah setiap hari ada 100 orang yang divaksin,” tandas Fitra.

Sementara, untuk Bed Occupancy Rate (BOR) sudah mencapai 78,75 persen. Atau sudah terisi 1.353 bed dari 1.718 bed yang disiapkan untuk merawat pasien Covid-19.

“Kami berharap agar keterisian bed di Karawang tidak sampai over load. Insya Allah pasien sembuh juga banyak,” kata Fitra.

Untuk kasus harian Covid-19, pada 1 Februari 2021 jumlah pasien Covid-19 ‎mencapai 9.937 orang. Atau bertambah 131 orang dari hari sebelumnya.

Sementara, Sekda Karawang Acep Jamhuri menyampaikan angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur, baik di rumah sakit maupun rumah sakit kedaruratan (hotel) bisa dimaksimalkan.

Dengan begitu, pemerintah berharap tidak ada lagi masyarakat terpapar corona yang tidak tertampung.

“Karena jika tidak tertampung, dikhawatirkan bisa berdampak pada tingginya jumlah kematian dan angka penularan,” kata Sekda Acep, kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Acep Jamhuri menyampaikan, penanganan kasus COVID-19 harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu sampai hilir. Pasalnya, jika hanya menyiapkan rumah sakit, akhirnya semua pihak akan keteteran.

Karena itu, semua elemen masyarakat harus bersama-sama melaksanakan pencegahan ini. “Yang paling penting di samping melakukan pelayanan maksimal di rumah sakit, bagaimana mencegah masyarakat tidak sakit,” ujarnya.

Jadi, protokol kesehatan seperti memakai masker saat aktivitas di luar rumah, tidak berkerumun, dan membiasakan cuci tangan pakai sabun harus terus diterapkan. (*)