Connect with us

Regional

Warga Karawang Bertanya Apakah Pertanggungjawaban Anggaran Kebutuhan Rumah Tangga Bupati Rp800 Juta Sudah Akuntabel?

Published

on

INFOKA.ID – Namanya juga rakyat, banyak awam dan tidak tahu soal alokasi anggaran pemerintah dialirkan kemana saja? Boro boro melototin urusan anggaran pemerintah, mikirin bagaimana nasib besok hari buat makan saja mereka kelimpungan.

Makanya, begitu tahu soal informasi biaya kebutuhan rumah tangga pemimpinnya, seperti di Karawang, kurang lebih Rp800 jutaan, rakyat pun takjub dan bener bener melotot.

Bahkan sebagian bertanya, apakah betul biaya yang menelan dana Rp800 jutaan (tahun anggaran 2022) itu bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi dan akuntabel?

Apalagi selama ini pemenuhan biaya rumah tangga bupati Karawang yang dipercayakan melalui sekretariat daerah tidak pernah dikupas ke publik. Apa saja anggaran yang dibelanjakan? Kemana saja anggaran mengalir? Proses penggunaannya bagaimana? Semua itu seolah tersimpan rapat diarsip sekretariat daerah.

Baru-baru ini, memang rakyat terhenyak oleh kabar dari Provinsi Banten. Dimana biaya penunjang operasional gubernur dan wakil gubernur malah dilaporkan oleh lembaga MAKI dengan dugaan penyimpangan yang mengarah pada tindak pidana korupsi, lantaran diduga dalam penggunaan selama kurang lebih lima tahun tidak dipertanggungjawabkan melalui SPJ.

Sehingga berpotensi digunakan untuk memperkaya diri atau orang lain dan diduga melawan hukum serta diduga merugikan keuangan negara.

Di Karawang, hal ini kemudian mendorong warga lebih kritis dan ingin lebih tahu bagaimana upaya transparansi sekrtariat daerah mempertanggungjawabkan keuangan negara yang mereka alokasikan buat kebutuhan rumah tangga pemimpinnya tersebut.

“Harus transparan, duit Rp800 jutaan itu kan dari rakyat,” ujar seorang pengemudi grab saat berbincang dengan awak redaksi.

“Ya harus ada pertanggngjawabannya bagaimana? minimal ekspose publik lah. Kalau tidak ada kan, malah timbul curiga yang macem macem,” timpal seorang pengusaha di tempat terpisah.

Sekedar diketahui, memang benar alokasi kebutuhan rumah tangga bupati Karawang dijamin oleh duit rakyat melalui pos APBD.

Pada tahun anggaran 2022, melalui bagian umum daan perlengkapan sekretarit daerah, belanja kebutuhan rumah tangga bupati ini dialokasikan untuk berbagai kegiatan antara lain, belanja kebutuhan 75 tabung gas elpiji 12 kg Rp 11 juta, belanja Rp 516 juta (uraian dan spesifikasi pada RUP hanya tercantum untuk kebutuhan biaya rumah tangga kepala daerah), 1 paket belanja beras, gula pasir, mie instan, telur Rp 106 juta, 1 paket air mineral Rp 109 juta, dan 1 paket alat rumah tangga (home use) Rp 146 juta. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement