Connect with us

Regional

Viral! Video Tawuran Pelajar di Perlintasan Kereta Api Sambil Acungkan Senjata Tajam di Sukabumi

Published

on

INFOKA.ID – Tawuran pelajar pecah di Sukabumi. Aksi para pelajar ini pun terekam video amatir dan viral di media sosial. Aksi tawuran pelajar di Sukabumi ini tidak terjadi di jalan raya namun di rel kereta api, Rabu (1/6/2022).

Dilansir dari Sukabumiupdate.com, video pelajar saling serang, kejar dan mengacungkan senjata tajam itu terjadi di Desa Sukamantri, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

Video berdurasi sekitar 22 detik ini menunjukkan para pelajar saling kejar dengan menenteng senjata tajam.

“Kadekan, kadekan, kadekan,” ujar salah satu pelajar yang berada di balik video beredar tersebut.

Setelah saling kejar dan acungkan senjata terlihat juga, kelompok Pelajar itu lari kocar-kacir diburu oleh warga setempat.

Letak lokasi aksi tawuran jauh dari pemukiman warga, hanya ada satu bangunan sekolah yang membelakangi lokasi kejadian.

Selain itu, di samping kanan kiri terdapat hantaran sawah dan kolam ikan.

Salah satu warga SN (37) mengaku sempat menyaksikan tawuran antar pelajar tersebut. Ia menyebutkan kejadiannya pada Selasa (31/5/2022) sekitar pukul 16.30 WIB.

“Kemarin saya pas pulang kerja sore, kereta lewat, ada tawuran pelajar, satu dari arah wetan (timur) terus ti kulon (barat). Kalau seragamnya anak-anak SMP,” ujarnya, Rabu (1/6/2022).

Dari kedua kelompok pelajar tersebut, SN menuturkan, terlihat membawa alat senjata namun tidak sampai mengenai satu sama lain.

“Terlihat bawa celurit, gobang (pedang), bedog (golok), batu, gear motor yang pakai tali,” ujarnya.

Kemudian setelah tawuran diketahui warga dan masyarakat yang melintas dan langsung membubarkan siswa-siswa tersebut.

Berdasarkan informasi yang ia terima, para siswa itu berasal dari Sekolah Menengah Pertama dari wilayah Kecamatan Gunungguruh dan Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.

“Tidak lama paling sekitar tiga menitan dan tidak ada yang kena, cuma saling angkat senjata aja pas udah deket. Langsung pada kabur,” ujarnya.

SN menyebut, lokasi tersebut kerap digunakan sebagai lokasi tawuran pelajar.

“Dulu itu sering, kemari itu jarang karena sering ada polisi. Kemarin baru kejadian lagi,” ucapnya. (*)

Sumber: Sukabumiupdate.com