Connect with us

Regional

UNSIKA Siap Terima Mahasiswa Baru 2026, Ini Jalur dan Prodi Unggulannya

Published

on

KARAWANG – Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Open House UNSIKA 2026 pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang sosialisasi dan promosi (SOSPRO) penerimaan mahasiswa baru sekaligus wadah tanya jawab langsung bagi siswa SMA/SMK sederajat.

Open house tersebut diikuti siswa kelas XII dari sekitar 150 sekolah yang berasal dari Karawang, Bekasi, Purwakarta, dan Subang, serta sejumlah daerah lain seperti Bogor, Indramayu, dan Cirebon.

Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UNSIKA, Yayat Hendayana, S.S., M.SI., menjelaskan, Open House 2026 difokuskan pada pemberian informasi menyeluruh mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri.

“Kalau bicara penerimaan mahasiswa baru, UNSIKA mengikuti tiga skema nasional, yakni SNBP (Seleksi Nasional Berbasis Prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes), dan jalur mandiri,” ujar Yayat, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, jalur SNBP yang dahulu dikenal sebagai PMDK menjadi seleksi awal dengan penilaian prestasi akademik siswa.

Sementara SNBT dilakukan melalui ujian berbasis tes secara nasional, dan jalur mandiri dilaksanakan melalui konsorsium wilayah barat karena UNSIKA masih berstatus PTN BLU, berbeda dengan PTNBH yang menyelenggarakan seleksi mandiri secara independen.

Untuk tahun akademik 2026, UNSIKA mengajukan kuota penerimaan sekitar 4.000 mahasiswa baru. Namun demikian, ia mengakui setiap tahun selalu terdapat persentase calon mahasiswa yang tidak melakukan daftar ulang.

“Fenomena tidak daftar ulang itu terjadi hampir di semua PTN. Biasanya karena siswa diterima di jalur lain yang lebih sesuai dengan minatnya,” katanya.

Yayat menegaskan, khusus jalur SNBP, peserta yang telah dinyatakan lulus namun tidak melakukan daftar ulang akan berdampak pada rekam jejak sekolah asal.

“Sekolah akan menjadi catatan dalam evaluasi ke depan, karena SNBP adalah jalur seleksi paling awal dan berbasis kepercayaan pada data prestasi,” jelasnya.

Yayat juga menyampaikan bahwa saat ini UNSIKA memiliki 47 program studi dari jenjang D3, S1, hingga pascasarjana. Dari jumlah tersebut, 24 program studi telah meraih akreditasi internasional dari lembaga akreditasi ACQUIN yang berbasis di Jerman.

Tak hanya program studi, UNSIKA juga telah memperoleh akreditasi institusi bertaraf internasional dari ACQUIN pada akhir 2025 lalu.

“Ini pencapaian penting. Di Jawa Barat, UNSIKA menjadi salah satu PTN non-PTNBH yang telah mendapatkan pengakuan internasional,” katanya.

Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, UNSIKA juga membuka lima hingga enam program studi baru, di antaranya Arsitektur, Kimia, Statistika, dan Kebidanan.

Terkait pembangunan Kampus 2 UNSIKA, ia menyebut pengajuan penambahan kuota mahasiswa tetap memperhatikan dua aspek utama.

“Penambahan kuota harus mempertimbangkan rasio dosen dan mahasiswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana. Tidak bisa asal menambah,” tegasnya.

Melalui Open House 2026, UNSIKA berharap informasi terkait profil kampus, jalur masuk PTN, akreditasi, dan program studi dapat tersampaikan secara lengkap, tepat, dan akurat kepada calon mahasiswa.

“Tujuan utama kami adalah memberikan pemahaman yang benar kepada siswa kelas XII agar mereka bisa menentukan pilihan masuk perguruan tinggi dengan sadar dan terencana,” pungkasnya.(red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement