Regional
Unjuk Rasa Mahasiswa FT Unsika Tuntut Pemecatan Mantan Kaprodi dan Fasilitas Gedung
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Puluhan mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) berunjuk rasa di depan Gedung H. Opon Unsika menuntut rektorat menindak tegas mantan Koordinator Program Studi (Kaprodi) Teknik Kimia FT Unsika yang diduga melakukan pungutan liar terhadap mahasiswa, Senin (1/8/2022).
Mahasiswa juga menagih janji rektorat untuk menyediakan gedung kuliah dan fasilitas kampus yang layak.
Demonstran menuding mantan Kaprodi telah memaksa mahasiswa membeli jahe merah dalam kemasan. Tiap-tiap mahasiswa wajib membeli dua botol jahe merah kemasan seharga Rp 60 ribu. Uang hasil penjualan ini tidak pernah dilaporkan secara transparan ke mahasiswa.
“Instruksi Kaprodi, wajib beli dua botol. Ada ancaman nilai bila menolak beli jahe merah. Kalau tidak bisa beli, mahasiswa diminta menemui Kaprodi. Sudah banyak contohnya. Bahkan teman-teman Prodi (himpunan) banyak yang keluar karena terkena mental dan tekanan,” kata Koordinator Aksi Marshall Dhiya Ulhaq Sulaeman kepada wartawan.
Intimidasi kepada mahasiswa tidak hanya itu saja. Marshall mengatakan, Kaprodi bahkan menginstruksikan mahasiswa jurusan Teknik Kimia agar tidak bersosialisasi dengan mahasiswa Teknik dari jurusan lain.
“Kebebasan suara mahasiswa dibungkam, kebebasan ekspresi dibatasi, tidak boleh bersosialisasi dengan teman-teman Teknik yang lain,” katanya.
Kasus ini sudah dari jauh-jauh hari diketahui rektorat. Ketika itu, pihak kampus merespons protes mahasiswa dengan cara mencopot jabatan Kaprodi Teknik Kimia. Namun mahasiswa tidak puas.
“Dari pihak rektorat, (Kaprodi) diproses lewat Majelis Kode Etik, hasilnya beliau diturunkan dari (jabatan) Kaprodi. Tapi ternyata beliau ini malah naik jabatan di LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat). Menurut saya, lebih tinggi (jabatan) LPPM karena di bawah rektorat langsung, kalau Kaprodi bawahannya dekanat. Tuntutan utama kami, kami mau beliau ini dikeluarkan dari Unsika,” sambungnya.
Selanjutnya, soal janji rektorat. Mahasiswa Fakultas Teknik saat ini tidak punya gedung kuliah. Sebelum pandemi, tahun 2019, mahasiswa Fakultas Teknik belajar di gedung H Opon. Namun selama pandemi, gedung tersebut diubah menjadi gedung rektorat.
Namun pengubahan status gedung tidak diiringi dengan ditambahnya gedung baru. Sehingga mahasiswa Fakultas Teknik saat ini tidak punya ruang kelas.
“Pihak Rektorat menjanjikan kami di FT, fasilitas terpenuhi di bulan Juni 2022. Tapi sekarang di Agustus belum terpenuhi. Alat-alat praktikum belum terbeli, laboratorium belum jadi, ruang pembelajaran mahasiswa masih bingung mau belajar di mana. FT tidak punya gedung kuliah. Kami bingung kuliah di mana,” katanya.
Para demonstran sempat ditemui oleh jajaran Dekan, Wakil Dekan, dan Kaprodi FT Unsika. Namun mahasiswa tetap bertahan sampai Rektor Unsika datang menemui mereka dan mengabulkan tuntutan. (adv)

You may like

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang

Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya

Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang

Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama

Kapolresta Karawang Resmikan Warung Ojol, Wujud Kepedulian dan Kedekatan dengan Pengemudi Ojek Online
Pos-pos Terbaru
- Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel
- Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
- Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya
- Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang







