Regional
Unjuk Rasa di Ponpes Al Zaytun Ricuh, Massa Coba Terobos Penjagaan Polisi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Aksi unjuk rasa di Pondok Pesanten Al Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ricuh, pada Kamis (6/7/2023) sore.
Kericuhan sempat terjadi saat massa aksi berupaya menerobos barisan polisi yang melakukan penjagaan di gerbang Ponpes Al Zaytun. Sejumlah peserta aksi sempat diamankan petugas.
Masa yang ingin berorasi tepat di depan pintu masuk Ponpes Al Zaytun, diadang petugas kepolisian yang membuat kericuhan terjadi.
Beruntung, setelah kedua belah pihak menahan diri dan berdiskusi. Pengunjuk rasa akhirnya diperbolehkan maju namun tidak tepat di depan gerbang Ponpes Al Zaytun.
Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Santri dan Rakyat Indonesia untuk Indramayu (ASRI) itu mendatangi Al Zaytun, dipimpin koordinator yang menggunakan mobil komando, sekitar pukul 14.00 WIB.
Mereka menuntut agar Pimpinan Ponpes Al Zaytun segera ditangkap karena sudah terbukti jelas terafiliasi dengan Negara Islam Indonesia (NII), dan juga menistakan agama Islam serta tindak pidana lainnya.
Selain itu, massa juga menuntut agar Panji gumilang segera ditangkap. Massa juga menuntut agar Ponpes Al Zaytun segera ditutup.
“Kami, Aliansi Santri dan Rakyat Indonesia untuk Indramayu, bersatu demi tegaknya hukum, demi syiar agama Islam,” kata koordinator aksi, Solihin.
Massa aksi juga menuntut pengusutan dugaan pencucian uang di Al Zaytun, dugaan kasus tragedi kemanusiaan di Al Zaytun, dugaan mafia tanah di Al-Zaytun, dermaga khusus, serta pengutusan terhadap oknum pejabat yang menghalang-halangi penegakan hukum terkait polemik Al-Zaytun maupun Panji Gumilang.
“Hukum harus berlaku adil, tegak lurus, kepada siapa pun, termasuk kepada Panji Gumilang. Segera adili Panji Gumilang,” katanya.
Solihin mengatakan, pihaknya juga meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) segera mengeluarkan fatwa agar bisa mendorong Bareskrim Polri untuk melakukan upaya penindakan secara tegas dan adil.
Solihin mengancam akan terus menggelar aksi serupa jika tuntutan mereka tidak ditindaklanjuti.
“Kalau pemerintah, penegak hukum tidak mendengar kita, maka kita akan terus (demonstrasi) berjilid-jilid. Kita akan tetap turun ke jalan,” ujarnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang

Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya

Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang

Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama

Kapolresta Karawang Resmikan Warung Ojol, Wujud Kepedulian dan Kedekatan dengan Pengemudi Ojek Online
Pos-pos Terbaru
- Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
- Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya
- Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang
- Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama







