Connect with us

Regional

Tinjau Reruntuhan Gedung SDN Rawagempol Kulon 1, Kabid Dikdas Disdikpora Janji Akan Dibangun Kembali

Published

on

KARAWANG – Pasca robohnya gedung sekolah SDN Rawagempol Kulon 1 Cilamaya Wetan pada Selasa pagi (15/2/2022). Kabid Dikdas Disdikpora Karawang Dra Yani Heryani MPd langsung meninjau ke lokasi, Rabu (16/2/2022).

Kabid Dikdas Disdikpora Karawang Dra Yani Heryani MPd dalam tinjauannya menjanjikan akan segera di bangun kembali melalui anggaran APBD kabupaten Karawang tahun 2022.

“InsyaAllah tahun ini juga kita anggarkan melalui dana APBD Kabupaten Karawang, sesuai dengan program pemerintah Karawang dalam rangka percepatan rehabilitasi gedung sekolah,” ungkapnya.

Senada juga dikatakan Camat Cilamaya Wetan Basuki, dirinya sangat bersyukur tidak ada warga yang tertimpa reruntuhan gedung tersebut.

Diakuinya kondisi cuaca dan angin sangat memungkinkan kondisi gedung gedung sekolah yang sudan lapuk berpotensi roboh, untuk itu dirinya menghimbau kepada masyarakat, terutama di sekitaran sekolah untuk lebih berhati hati, juga turut memantau lingkungannya tersebut,” himbauanya.

Sebelumnya diberitakan, diduga material yang lapuk, gedung SD Negeri di Karawang kembali ambruk pada Selasa pagi (15/2/2022).

Ambruknya gedung sekolah terjadi di SDN Rawagempol Kulon 1 Kecamatan Cilamaya Wetan ambruk saat pelaksanaan pembinaan Kegiatan KKG Guru sekitar pukul 10.00 WIB.

Ambruknya dua rombel bangunan tersebut disaksikan langsung Koorwilcambidik, Pengawas Pembina dan sejumlah guru yang tengah mengikuti kegiatan.

“Iya lagi KKG, waktu Koorwil sehabis sambutan, terdengar suara retakan keras hingga akhirnya ambruk bagian atap seketika, ya yang pembinaan berhamburan keluar,” kata Kepala SDN Rawagempol Kulon 1 Tarim SPd.

Tiga rombel yang dulunya dihuni siswa kelas 4, 5 dan 6 itu ambruk, setelah tidak digunakan dua tahun terakhir karena material yang mengancam keselamatan.

Karenanya, selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dilangsungkan, siswanya dibagi beberapa shif. Namun sesekali, ada siswa yang lalu lalang di bangunan tersebut.

Beruntung, saat kejadian, kata Tarim, tidak ada siswa, guru maupun masyarakat sekitar yang melintasi bangunan tersebut.

“Hanya berdurasi 5 menitan bangunan yang semula terdengar suara “kreket,kreket” itu, langsung ambruk saat kita tengah pembinaan KKG,” ujarnya.

Bangunan ini, sebutnya sudah diajukan ke Disdikpora Karawang dan dalam draft, konon sudah masuk untuk rehabilitasi tahun ini.

Begitupun tim dari Anggota DPRD sudah survey persiapan rehabilitasi. Namun, sayang, belum sempat di sentuh, bangunan sudah ambruk duluan.

“Sementara kita diamkan, sambil menunggu arahan lebih lanjut terkait material yang ambruk di dua rombel ini,” katanya. (adv)