Regional
Supplier Nakal Diduga Berikan Beras Kualitas Buruk ke Warga Penerima BPNT
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Diduga komoditi beras Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali diselewengkan oleh Oknum Supplier yang mencari keuntungan lebih dengan cara mengurangi kualitas barang dibawah standar.
Selaku kuasa hukum salah seorang warga, Yaya Taryana SH MH menuturkan, bahwa pihaknya menemukan dugaan adanya supplier nakal terhadap program BPNT. Artinya ini sudah merampas hak masyarakat miskin, dimana masyarakat yang seharusnya mendapatkan beras kualitas baik.
“Standarnya kualitas premium namun isinya memang beras, tapi tidak sesuai dengan yang disebutkan di dalam kemasan merek dimana yang tertulis adalah kualitas premium, jadi ini dipertanyakan,” ujarnya kepada awak media, Rabu (21/9/2022).
“Kami akan melaporkan permasalahan ini kepada pihak kepolisian, dalam hal ini pihak Intelkam Unit 2 Bidang Ekonomi Polres Karawang,” imbuh Yaya.
Selain itu, Yaya mengatakan, akan tembuskan permasalahan ini kepada Bupati Karawang, karena ini menyangkut dengan pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif. Dan agar menjadi perhatian khusus, pihaknya akan tembuskan juga ke Polda dan Satgas Pangan Nasional.
“Jelas ini merupakan perbuatan melanggar hukum, dari sisi UU No 18/2014 tentang pangan dan secara Hukum Pidana sudah sesuai dengan beberapa unsur pidana yang bisa disebutkan adalah penipuan, dari tidak sesuai kemasan dengan isi. Memang beras, tapi berbeda untuk kualitas dan kita sudah melihat sample memang beda,” ungkapnya.
Yaya menambahkan, temuan ini didapat berdasarkan aduan masyarakat di Desa Sekarwangi, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang. Sementara, penerima BPNT belum bisa disebutkan namun dalam laporan polisi (LP) pihaknya akan buka secara gamblang.
“Karena khawatir akan ada intimidasi dan hal-hal yang tidak diharapkan terhadap Penerima Manfaat yakni Masyarakat Tidak Mampu,” terangnya.
Masih Yaya menambahkan, temuan beras tersebut adalah BPNT terakhir yang dibagikan sekitar awal Bulan September 2022, seperti yang warga terima. Untuk oknum pelaku, pihaknya hanya bisa menyebut supplier nakal, tidak menyebut alamat dan nama.
“Kami menyerahkan proses penyelidikan atau penyidikan kepada kepada pihak yang berwenang yaitu polres Karawang,” pungkasnya. (cho)

You may like

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri
Pos-pos Terbaru
- Aksi Nyata untuk Bumi, Alfamidi Operasikan 49 PLTS dan Efisiensi 2,2 Juta Lembar Kertas
- Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi






