Regional
Soal PT AJS, Askun: Pemkab Ceroboh
Published
5 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Klimaks kekesalan sejumlah karyawan PT Anugerah Jaya Sedaya (AJS) sebanyak lebih kurang 1.500 pekerja yang melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bupati Karawang pada Rabu, (24/03) berlanjut pada rapat mediasi di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang, pada Kamis (25/03).
Tetapi, hasil dari rapat tersebut membuat kecewa terhadap perwakilan pekerja dan Satuan Tugas Sosial Karang Taruna (Satgasos KT) Karawang selaku pendamping dari pekerja. Pasalnya, selain pihak PT AJS tidak hadir, jawaban dari Bidang HI Syaker juga sangat mengecewakan, seolah saling lempar tanggung jawab.
Pemerhati politik dan pemerintahan, yang juga sebagai praktisi hukum senior Karawang, H Asep Agustian, SH. MH, mengatakan, bahwa masalah PT AJS kembali ke Pemerintahan yang ceroboh. Konteksnya pada saat investor datang ke Karawang, izinnya tidak diperiksa, ada pembiaran dan masa bodoh.
“Sama saja melemparkan kotoran kepada Bupati,” tegasnya.
Askun sapaan akrab pengacara plamboyan Karawang ini juga mempertanyakan perusahaan tersebut apakah perusahaan asing atau bukan. Menurutnya semua harus ada izinnya dari kabupaten, mulai dari Amdal dan Amdal Lalin semua dari dari pemerintah setempat.
“Apakah itu perusahaan asing atau ada orang asingnya? Semuanya juga kan izinnya dari kabupaten. Disini semuanya dari mulai Amdal dan Amdal Lalin, itu semua dari Pemerintahan setempat. Kemana saja hey Pemerintah?,” katanya.
“Bukan malah ada pejabat yang mengatakan bahwa Pemkab Karawang tidak memiliki kewenangan untuk menutup, belajar baca aturan tentang fungsi pemerintah dong! Kan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) punya yang namanya Bidang PPUD atau Gakda, dimana fungsinya untuk penegakan Perda. Kalau ada kegiatan usaha yang tidak mentaati perda seperti tidak memiliki izin, ya fungsi Pemkab ada untuk melakukan penutupan,” lanjutnya.
“Hanya saja yang membuat saya tidak habis pikir, itu diketahui sejak tahun 2020. Tapi kok tidak langsung disikapi dengan membuat surat keterangan dari Bidang HI Syaker Disnaker Karawang, UPTD II Pengawasan Provinsi Jabar serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Karawang agar Bidang PPUD Sat Pol PP dapat segera bergerak,” tegas Askun.
Askun menuturkan, ironisnya lagi ketika orang cari kerja sudah dimintai uang, mulai dari Rp1,5 juta sampai Rp12 juta. Bahkan sampai ada sebanyak kurang lebih 1.500 orang sudah dipekerjakan, tapi tidak diberikan hak upahnya.
“Woro-woronya kan mau mengurangi pengangguran, tapi kenyataannya begini,” Imbuhnya.
“Tempo hari saya pernah mengatakan Bupati banyak dibodohi oleh bawahannya, yaitu Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Nah sekarang ini kejadian. Kemana Bidang HI Syaker dalam persoalan ini? Sampai-sampai tadi saya lihat tayangan video saat rapat, Kabidnya banyak diam. Orang begitu juga malah diamanati menjadi Plt Sekdis,” ujar askun.
“Kalau para korban sudah Laporan Polisi (LP), bagus lah. Itu kan persoalan pidananya, tapi tetap pemerintah, khususnya Disnakertrans Karawang harus ikut bertanggung jawab atas masalah ini. Karena itu tadi, adanya unsur pembiaran atas kegiatan PT AJS, sehingga memakan banyak korban sampai ribuan orang. Kalau saja sejak Tahun 2020 langsung disikapi dan ditindak, mungkin tidak sebanyak itu korbannya,” terang Askun.
Ditambahkannya, pemerintah bukan hanya tutup mata, tapi jelas ada pembiaran. Diketahui tidak ada izin sebagai syarat pendirian perusahaan tapi dibiarkan.
“Jelas-jelas ini sangat ceroboh! Kan lagi-lagi yang dipersoalkan bupati, yang didemo kantor bupati. Terus-terusan ke Bupati,” ujar Askun.
Askun juga mengingatkan bupati agar menempatkan eselon II harus pakai fakta integritas, apabila dalam beberapa bulan tidak mampu menunjukan kinerja, maka copot dari jabatannya.
“Bukan menempatkan orang ‘Asal Ibu Senang’. Pejabat model begitu merupakan kategori munafik,” kata Askun.
“Fakta integritas tersebut juga harus berlaku sampai ke eselon dibawahnya. Contohnya dari kepala dinas, kepala badan, kepala Sekretaris, begitu pun dari sekretaris kepada kepala bidang dan seterusnya,” pungkasnya. (red)


You may like

Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang

Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan

Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan

Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!

Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang

Hadirkan Kenyamanan Umat Kristiani, Polres Karawang Jamin Kekhusyukan Misa Kenaikan Isa Al-Masih
Pos-pos Terbaru
- Tim SAR Temukan Jasad Diduga ODGJ yang Tenggelam di Jembatan BTT Karawang
- Sambut Laga PSM kontra Persib, Kapolres Karawang ajak Suporter jaga kondusivitas dan hindari euforia berlebihan
- Sinergi Ketahanan Pangan, Polres Karawang Gelar Panen Raya Jagung Bersama Petani Pangkalan
- Berkedok Warung Sembako dan Konter Pulsa, Jaringan Obat Keras di Karawang Digulung Polisi, 16.590 Butir Disita!
- Kapolres Karawang Sambangi Jemaah Masjid Baitul Falihin Demi Jaga Kamtimbas di wilayah hukum Polres Karawang






