Regional
Sekda Karawang: Pemberian Dana Hibah Oleh Pemda Tidak Melanggar Hukum
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Sekda Karawang, Acep Jamhuri mengungkapkan pemberian dana hibah kepada sejumlah instansi oleh Pemkab Karawang tidak melanggar hukum karena sesuai dengan prosedur. Pemkab Karawang memang menganggarkan dana hibah kesejumlah instansi dalam rangka pembangunan.
“Secara aturan tidak ada larangan dalam pemberian dana hibah. Namun itu harus dilakukan sesuai mekanismenya, mulai dari adanya pengajuan, pembahasan dan pengkajian di kami hingga di DPRD dan juga disetujui DPRD Karawang,” kata Acep Jamhuri, Kamis (23/2/2023).
Menurut Acep, terkait adanya sebagian masyarakat yang mempertanyakan dana hibah untuk institusi bukan masalah. Pemkab memastikan jika itu sudah sesuai aturan seperti juga hibah kepada institusi lain.
“Pengajuan dana hibah melalui proses kajian tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan badan anggaran (Banggar) DPRD untuk dibahas,” katanya.
Terkait hibah ke instansi vertikal, dikatakan Acep, bukan hanya satu instansi saja tetapi Pemkab Karawang juga melakukan hibah ke sejumlah instansi vertikal yang ada di Karawang, juga ke partai politik, LSM dan Organisasi Kemasyaratan.
“Pemkab Karawang juga pernah memberi hibah Rp 50 miliar berupa pembangunan dan perbaikan Jalan Interchange Karawang Barat yang itu sebetulmya aset Kementerian PUPR,” katanya.
Jika ada masyarakat mempersoalkan dana hibah karena tidak berpihak kepada kesejahteraan warga dinilai kurang tepat. Apalagi dikaitkan dengan kekurangan pembangunan di sektor lain.
“Semua program pembangunan dilaksanakan setiap tahun tapi menyesuaikan dengan kemampuan anggaran kita. Tapi yang pasti semua berjalan.” katanya.
Acep menegaskan, Pemkab Karawang dalam hal ini Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dan Wakil Bupati Karawang Aep Syapuloh terus meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Itu terlihat dari alokasi anggaran untuk pembangunan jalan, jembatan, drainase, perbaikan jalan dan program lainnya untuk kesejahteraan masyarakat pada tahun 2023 yang mencapai ratusan miliar.
“Belum dibidang kesehatan seperti pembangunan RSUD Rengasdengklok, Puskesmas, juga pendidikan, dan program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya. Pemda tidak mengabaikan untuk masyarakat untuk menyejahterakan rakyat,” katanya. (adv)


You may like

Binrohtal Polresta Karawang: “Perubahan Polres Jadi Polresta, Diharap Membawa Berkah dan Meningkatkan Segala Kebaikan Bagi Institusi”

Mengakhiri Masa Tugas dengan Penghormatan, AKBP Fiki N. Ardiansyah Dilepas dalam Upacara Farewell Parade oleh Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto

Resmob Polresta Karawang Bekuk Komplotan Begal Perampas Motor Buruh Harian, Pengembangan Terus Dilakukan

Pertamina EP Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Talkshow “Cemerlang Lestari” di Karawang

Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur

Antisipasi Sumbatan Irigasi, UPTD Pertanian dan IKD Pedes Karawang Gelar Rapat Gorol Eceng Gondok
4 Comments
Leave a Reply
Batalkan balasan
Leave a Reply
Pos-pos Terbaru
- Binrohtal Polresta Karawang: “Perubahan Polres Jadi Polresta, Diharap Membawa Berkah dan Meningkatkan Segala Kebaikan Bagi Institusi”
- Mengakhiri Masa Tugas dengan Penghormatan, AKBP Fiki N. Ardiansyah Dilepas dalam Upacara Farewell Parade oleh Kapolresta Karawang Kombes Pol Mario Prahatinto
- Resmob Polresta Karawang Bekuk Komplotan Begal Perampas Motor Buruh Harian, Pengembangan Terus Dilakukan
- Pertamina EP Dorong Perlindungan Perempuan dan Anak melalui Talkshow “Cemerlang Lestari” di Karawang
- Tak Tahu Bawa Buronan Dunia, Pihak Keluarga Sebut Pilot Muda Karawang Dijebak Instruktur







Arif bayu Jati triyuda
24 Februari 2023 at 07:40
Jurus ngeles…masih bnyk jln rusak parah dibiarkan, sekolah rusak dibiarkan…eeekh ini malah dan dihibahkan keluar, yg di dalam masih sangat diperlukan….AHY, SBY…bagaimana tukh kadernya yg gk beres ??? Koq dibiarkan, didiamkan ???
Toni panjul
27 Februari 2023 at 17:42
Memang tidak melanggar hukum tetapi karawang masih membutuhkan biaya yg besar untuk pembangunan, pembangunan jembatan badami hingga kini tidak diteruskan padahal kalo jam brkt dan pulang kerja selalu macet. PDAM jg butuh dana hibah untuk pembelian genset yg diperlukan oleh publik pengguna pdam, dijarenakan apabila mati listrik maka pdam pun tidak mengalir, apa karena ingin dicalonkan sbg gub jabar shg harus mencari simpati warga jabar agar dipilih sbg gubernur. Ngurus kota karawang aja belum becus pengen jadi gubernur
Toni panjul
27 Februari 2023 at 17:51
Memang tidak melanggar hukum tetapi karawang masih membutuhkan biaya yg besar untuk pembangunan, pembangunan jembatan badami hingga kini tidak diteruskan padahal kalo jam brkt dan pulang kerja selalu macet. PDAM jg butuh dana hibah untuk pembelian genset yg diperlukan oleh publik pengguna pdam, dikarenakan apabila mati listrik maka pdam pun tidak mengalir, apa karena ingin dicalonkan sbg gub jabar shg harus mencari simpati warga jabar agar dipilih sbg gubernur. Ngurus kota karawang aja belum becus pengen jadi gubernur. Jujur saja pemilu yg lalu sy pilih Demokrat, tapi untuk mendukung cellica jd gubernur jabar nanti dulu deh, kwalitas pembangunan di karawang aja yg bagus
Ade
25 Februari 2023 at 13:46
Masjid al aman atuh pak bere hibah jl.arif rahman hakim proposal pengajuan ti th 2021