Connect with us

Regional

Sayangkan Aksi Demo yang Berakhir Ricuh, Ardi: Sampaikan Aspirasi Secara Elegan

Published

on

KARAWANG – Ahmad Ardiansyah menanggapi perihal aksi demo yang mengatasnamakan Bumdes Sukaluyu, Karang Taruna Rajawali Desa Sukaluyu dan Perhimpunan Pengusaha Lokal Sukaluyu ke PT Aichikiki Autoparts Indonesia (PT AAI).

Menurutnya, jika aksi demo tersebut betul-betul untuk kepentingan warga Desa Sukaluyu, semestinya dipimpin langsung kades setempat dan menyampaikan aspirasinya kepada eksekutif dan legislatif.

Ia meminta kepada pihak siapapun yang memiliki kepentingan pribadi untuk tidak membenturkan masyarakat dengan pihak perusahaan.

“Jangan benturkan masyarakat dengan perusahaan jika kepentingannya pribadi,” tegasnya.

Ardi juga menyayangkan adanya korban luka akibat aksi tersebut yang mana bisa diselesaikan dengan cara yang lebih elegan.

“Jangan menganggu masyarakat, apalagi kita tengah menghadapi pandemi Covid-19,” tandasnya.

Diakuinya, komunikasi yang terjalin selama ini dengan Kepala Desa Sukaluyu sebelumnya dinilai baik, bahkan pihaknya membantah jika selama ini pihak perusahaan tidak menyalurkan CSR kepada warga setempat.

“Tidak benar jika pihak perusahaan tidak menyalurkan CSR. Kalau mau meminta kontribusi yang lebih besar, harusnya ngomong dong baik baik, jangan malah benturkan warga dengan pihak perusahaan,” sesalnya.

Pihaknya mensinyalir pemicunya ada ‘Papah mamah minta saham’.

“Apakah ada Papah mamah saham minta? Papah mamah minta jatah karena papah mamah memiliki wewenang dan jabatan,” pungkasnya. (adv)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement